Seorang Calon Perdana Menteri Malaysia Datang ke Jihad Pagi MTA

090315-datukUntuk pertama kalinya pengjian ahad pagi dilaksanakan di gedung yang baru saja diresmikan oleh Presiden SBY pada ahad yang lalu. Pengajian perdana di gedung baru ini benar-benar mendapat respon yang luar biasa tidak hanya dari warga dan simpatisan saja, namun juga dari seorang calon perdana menteri Malaysia yaitu Datuk Haji Husam Musa yang sengaja datang untuk shilaturahim ke pengajian ahad pagi MTA. Beliau adalah seorang pimpinan Partai Islam se-Malaysia sebagai Naib Presiden atau wakil ketua. Sebagai seorang politisi dan bahkan calon presiden tentu sangat padai dalam bicara, walaupun dalam logat dan dialeg melayu beliau dengan semangat berbicara dan bahkan berkesempatan untuk tanya jawab dengan peserta Jihad Pagi.

Beliau sangat memberikan apresiasi terhadap kegiatan pengajian yang diselenggarakan oleh MTA ini apalagi pesertanya yang sangat membludak, bahkan beliau secara spontan sangat berharap agar Al-ustadz berkenan datang ke Malaysia tepatnya di Kelantan untuk memberikan pengajian yang semacam ini di Malaysia. Beliau tambahkan kalau di negaranya jika ada kegiatan semacam ini negara atau pemerintah sangat mendukung dan apabila pesertanya yang sangat banyak seperti ini, maka jalan raya akan ditutup untuk memberkan kenyamanan bagi peserta pengajian.

Dalam kesempatan tanya jawab beliau berkenan menjawab semua pertanyaan peserta baik yang datang langsung maupun yang bertanya melalui internet baik tentang masalah politik, agama, pedidikan, kepartaian , dan lain-lain, sampai-sampai saking antusiasnya peserta untuk bertanya terpkasa moderator menghentikan dialog tersebut, karena beliau harus meneruskan perjalanannya untuk kembali ke Malaysia.

Dalam kesempatan menjawab salah satu pertanyaan peserta beliau uraikan bahwa untuk menjalankan syariat Islam, maka umat Islam harus menang atau berkuasa, karena memang begitulah ketika Rasulullah menjalankan syariat agama ini karena memang beliau juga sebagai kepala pemerintahan, demikian juga pada jaman sahabat. Karena itu beliau sangat berharap patainya bisa menang di Malysia, sehingga bisa memegang kekuasaan atau pemerintahan dan akhirnya bisa menjalankan Islam ini dengan benar.
Ketika ditanya bagaimana dengan partai Islam di Indonesia, maka dengan ketawa beliau menjawab bahwa sama sekali beliau tidak hafal partai di Indonesia ini karena saking banyaknya partai.

Semoga jalinan shilaturahim ini dapat berlangsung dengan istiqomah dan lebih meningkat lagi di masa-masa mendatang demi kemajuan dakwah Islam ini. (tik)

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>