Perjuangan ke Sekolah setelah Jembatan Hanyut Terbawa Banjir

BANTUL – Banjir besar yang memutuskan jembatan gantung di Imogiri, Bantul pada akhir November lalu masih menyisakan penderitaan bagi masyarakat di dua desa. Termasuk para pelajar di SDN Kedung Miri yang terpaksa menyeberangi sungai dengan perahu karet.

Anak-anak ini jelas bukan sedang melakukan kegiatan outbond ataupun arung jeram di sungai. Melainkan akan berangkat menuju sekolah yang terletak di seberang sungai Oyo di kecamatan Imogiri, Bantul.

Mereka harus berjibaku menyeberangi sungai dengan perahu karet, setelah satu-satunya jembatan gantung yang merupakan akses menuju sekolahnya putus terbawa banjir besar pada akhir November 2017 lalu. Jembatan yang hanyut ini menghubungkan dusun Kedungmiri desa Sriharjo dengan dusun Jetis, desa Selopamioro di kecamatan Imogiri.

Setiap kali menyeberang, anak-anak ini harus dibantu para relawan Safe Selopamioro dengan dua perahu bantuan BPBD kabupaten Bantul.

Sementara menjelang siang, sejumlah warga pun harus menyeberangi sungai yang lebarnya tidak kurang dari 70 meter dengan kedalaman tiga meter. Warga menuju desa seberang untuk bertani maupun berdagang. Warga memilih menyeberangi sungai karena jalan darat yang ada berjarak lebih dari 24 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan.

Warga berharap, jembatan segera dibangun kembali agar aktivitas warga kembali normal.

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>