Pak Dirman, Calon Gubernur Jateng Bersilaturahim ke MTA

Surakarta – Salah seorang calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said melakukan kunjungan silaturahim ke gedung MTA pusat, pada Ahad (03/06) lalu. Dalam kunjungan ini, Sudirman Said yang lebih akrab disapa pak Dirman menyampaikan pandangannya mengenai Jawa Tengah ke depan, dan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk membawa kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Jawa Tengah.

Sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri ESDM dalam Kabinet Kerja pemerintahan presiden Jokowi ini mengatakan, Pilkada harus menjadi forum atau sarana makmum mencari imamnya. Bukan sebaliknya, orang yang merasa bisa memimpin menyodor-nyodorkan diri dengan segala cara, termasuk dengan cara menyuap rakyat.

Pak Dirman mengatakan, menurut informasi dari Komisioner KPK, Jateng masuk dalam wilayah darurat korupsi. Dari 98 Kepala Daerah yang ditangkap karena korupsi, sebanyak 32 berasal dari daerah di Jawa Tengah. Oleh karena itu, pak Dirman mengajak kepada semua pihak untuk menghentikan budaya korupsi ini.

Pak Dirman juga memaparkan posisi Jawa Tengah yang kaya akan sumber daya alam baik berupa gunung, waduk, dan akses strategis menuju laut, namun  ternyata indek pembanguannya berada di tingkat paling bawah. Tingkat partisipasi pendidikan juga paling rendah, meski letaknya berada tidak jauh dari kota pelajar Yogyakarta. Jateng juga mempunyai jumlah penduduk termiskin terbesar kedua di Indonesia.

Di akhir paparannya, pak Dirman mengungkapkan filosofi seorang pemimpin. Bahwa sejak 10 tahun lalu, hampir seluruh ongkos bernegara termasuk gaji pejabat, hampir seluruhnya datang dari masyarakat melalui pajak. Sedangkan di masa lalu ketika awal merdeka, ketika Orde Baru, ongkos bernegara diambil dari bumi kita dengan  cara menjual migas, batubara, dan hasil hutan.

Namun hari ini, 95 persen ongkos bernegara datang dari pajak. Semua aparat negara, sejatinya ialah pelayan dan pesuruh masyarakat. Rakyat melakukan iuran untuk mengongkosi negara. Maka tidak pada tempatnya jika pejabat arogan. Menanggapi hal itu, Pimpinan Pusat MTA Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina berpesan kepada para jemaah agar tidak terburu-buru untuk memilih pemimpin.

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>