MTA FM Terima Sepeda Motor Revo dari Pendengar

Jika sebelumnya, radio MTA FM mendapat mobil Suzuki APV Arena dari salah seorang pendengar yang terbuka hati dengan kehadiran radio ini, kini giliran salah seorang pendengar dari Rembang memberikan sepeda motor Honda Revo untuk radio dakwah ini.

Sekitar dua minggu yang lalu (Sabtu, 2 Januari 2010-red), salah seorang pendengar dari Rembang datang ke studio Radio MTA FM Jl Cilosari 214, Semanggi, Surakarta. Pendengar kelahiran Kudus ini datang dengan ditemani keluarganya untuk mengungkapkan  rasa berterima kasihnya dengan hadirnya Radio MTA FM.

“Saya senang sekali dengan radio ini (Radio MTA FM-red). Kami mendapatkan pencerahan dan bisa dinikmati keluarga dengan adanya siaran radio ini. Sebagai rasa terima kasih kami dari siaran itu, kami ingin ikut andil juga dalam perjuangan dakwah ini,” tutur pendengar dari Rembang ini.

Tak dinyana, ungkapan rasa berterima kasihnya justru diwujudkan dalam bentuk sepeda motor Honda Revo. Programmer Radio MTA FM, Rudy Herfianto, BS, mengungkapkan bantuan ini diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp. 13, 3 juta. “Kami yang mencarikan sendiri sepeda motor sesuai yang dipesan oleh bapak dari Rembang itu,” lanjutnya.

Hari Senin, 11 Januari 2010 kemarin, sepeda motor Honda Revo warna hitam racing tersebut sudah dikirim ke radio MTA FM. Sepeda motor ini nantinya akan digunakan untuk kegiatan yang menyangkut dakwah radio MTA FM maupun MTA TV yang juga berada dalam satu tempat yang sama. “Bagi kami, siaran radio MTA FM didengarkan saja, kami sudah berterima kasih. Apalagi mau mengkaji sesuai Al-Qur’an dan Sunnah itu adalah tujuan dari kami, ” terangnya.

Namun, lanjutnya, kami tidak melarang para pendengar untuk ikut andil dalam perjuangan dakwah Radio MTA FM ini. “Apapun yang diberikan, kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Kehadiran Radio MTA FM memang mampu menyedot ribuan orang untuk mendengarkan siaran radio ini. Banyak pendengar yang terbuka hati menerima kajian-kajian yang disiarkan di radio berfrekuensi 107,9 MHz. Karena rasa memiliki para pendengar atas kehadiran radio dakwah ini, tak sedikit dari mereka, para pendengar, yang ikut andil dalam perjuangan dakwah melalui radio ini. Karena bagaimanapun juga, perjuangan dakwah harus tetap dilanjutkan, bukan dimatikan. (ntz)

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>