Menkes bicara soal Flu Babi di Jihad Pagi MTA

090510-menkesSiapa yang tidak kenal dengan sosok menteri yang satu ini, beliau dikenal tidak hanya di negara Indoneisia saja tetapi di negara-negara di dunia ini atas keberaniannya mengungkap adanya konspirasi dibalik Flu Burung yang pernah bikin heboh di dunia ini. Apalagi atas keberaniannya menulis buku yang berjudul “Saatnya Dunia Berubah”, telah membuat gerah Pemerintah AS dan WHO. Beliau adalah seorang Ibu kelahiran Surakarta yang menjabat menteri kesehatan RI, yaitu Dr.dr Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K).

Beliau berkenan hadir pada pengajian ahad pagi hari ini (10/05/09), untuk memberikan pencerahan kepada warga MTA tentang kesehatan dan kasus-kasus seperti flu burung dan flu babi yang belakangan ini begitu santernya dibahas di berbagai media. Selain beliau menyampaikan tentang kebijakan-kebijakan departemen yang dipimpinnya dengan terang dan tanpa ditutup-tutupi beliau beberkan tentang kasus Flu Burung yang terjadi di Indonesia maupun dibelahan dunia lainnya.

Menurutnya bahwa dibalik kasus Flu burung ada konspirasi antara WHO dengan negara adidaya agar negara-negara yang dinyatakan pandemik oleh WHO menjadi tergantung kepada negara tersebut. Hal ini bisa dijelaskan bahwa virus-virus flu burung yang dikirim dari Indonesia ke WHO yang mestinya menjadi bahan penelitian WHO tetapi malah jatuh ke pihak lain yang bekerja sama dengan perusahaan farmasi guna menciptakan vaksin untuk dijual di berbagai negara di dunia ini.

Berawal terjadinya kasus Flu burung di Tanah Karo, dimana terdapat 8 orang yang dinyatakan terkena flu burung dan 7 orang diantaranya meninggal. Peristiwa ini begitu cepat tersiarkan melalui CNN sehingga WHO dengan cepat mengambil kesimpulan bahwa di Indonesia telah terjadi penularan Flu burung dari manusia ke manusia, padahal setelah diteliti pernyataan itu adalah bohong besar. Hampir-hampir saja negara kita dinyatakan pandemik oleh WHO. Inilah merupakan kecurangan WHO akibat adanya konspirasi dengan motif perdagangan. Dan hal itu dengan berani beliau disampaikan pada sidang WHO di hadapan 193 negara.

Nah kalau sekarang ini ramai sekali orang mebicarakan soal flu babi, maka hal itu tidak membuat heran seorang Fadilah Supari ini, kasus flu yang sebetulnya tidak ada kaitannya dengan babi ini juga merupakan konspirasi WHO yang akibatnya sangat fatal yang terjadi pada negara Mexico. Akibat WHO menyatakan Mexico dengan status pandemik flu babi, maka negara ini menjadi hancur perekonomiannya, negaranya diembargo, bangsanya dikucilkan, sepak bola tidak boleh ditonton, orang dilarang berkumpul-kumpul bahkan wargnya yang bepergian ke luar negeri dikejar-kejar dan ditangkap untk dikarantina. Berapa banyak orang mengambil keuntungan di balik kasus ini, berapa juta masker setiap harinya akan terjual, berapa banyak obat atau vaksin yang harus disiapkan. Dan semua ini menjadikan Mexico akan banyak utang dan menjadi tergantung kepada negara lain.

Nah bisa jadi yang terjadi di negara Mexico ini tidak jauh beda dengan apa yang terjadi di Indonesia, yang hanya merupakan kecurangan dan kebohongan WHO, malahan kasus di negara kita lebih berat karena tingkat kematiannya bisa mencapai 80 % dan terjadi di mana-mana, sementara flu babi yang heboh itu tingkat kematiannya cuman 1.9 % dan itu hanya terjadi di Mexico.

Beliau katakan bahwa keberaniannya mengungkap soal konspirasi ini tidak lain adalah pertolongan Allah atas amanah yang diberikan kepadanya. Semoga bu menteri istiqomah dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dan yang paling penting semoga Allah meridloi apa yang telah dan akan dilakukan oleh menteri kita ini..(tik)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>