Prof. Drs. Mugijatna M.Si., Ph.D Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ke-178 UNS

DUA PROFESOR - Prof. Drs. Mugijatna M.Si., Ph.D (kiri) berfoto dengan Prof Dr Suwarta seusai pengukuhan menjadi Guru Besar di Auditorium UNS Surakarta, Kamis (26/5).

DUA PROFESOR – Prof. Drs. Mugijatna M.Si., Ph.D (kiri) berfoto dengan Prof Dr Suwarta seusai pengukuhan menjadi Guru Besar di Auditorium UNS Surakarta, Kamis (26/5).

SURAKARTA- Salah seorang Pimpinan Majlis Tafsir Alquran (MTA) Pusat, Prof. Drs. Mugijatna M.Si., Ph.D atau akrab disapa Ustadz Yoyok, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-178 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pengukuhan dirinya menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Kajian Budaya dengan Fokus Sastra Pada Fakultas Ilmu Budaya, berlangsung di Auditorium UNS, Kamis (26/5) pagi.

Dengan pengukuhan ini, Ustadz Yoyok menjadi profesor kedua yang dimiliki MTA. Sebelumnya, Prof. Dr. Suwarta juga dikukuhkan menjadi Guru Besar di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo.

Ditemui MTATV seusai acara pengukuhan, Ustadz Yoyok mengungkapkan alasannya mengambil judul pidato Pertarungan Ideologi dalam Sastra. Menurutnya, setiap sastrawan mau tidak mau akan mengungkapkan ideologi yang berkembang dalam masyarakat. Hal ini mengingat bahwa sastra ialah ungkapan pengarang terkait kehidupan.

“Masyarakat terbagi dalam beberapa kelompok, maka terjadi pertarungan dalam masyarakat. Ini yang perlu kita ketahui dan saya tertarik mengetahui itu,” jelas Ustadz Yoyok.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Yoyok sekaligus meluruskan tudingan kepada MTA yang kerap dianggap ‘nyirik’ kebudayaan. Menurutnya MTA tidak menentang budaya sebab budaya adalah produk dari manusia itu sendiri.

“Kita sebagai orang Islam pasti juga akan berbudaya. Tapi budaya yang sesuai Islam tentunya,” tegas Ustadz Yoyok.

prof3 prof4

Ustadz Prof Yoyok berharap, setelah pengukuhan dirinya menjadi Guru Besar ini maka akan dapat diaplikasikan untuk mengetahui sejarah dan pergolakan pemikiran yang berkembang di masyarakat. “Kita perlu mengetahui itu agar bisa menempatkan diri dalam posisi yang pas terkait dakwah kita. Siapa yang menghalangi dakwah kita, apa yang mereka miliki dan mereka ungkapkan sehingga kita mengetahui arah dakwah kita,” pungkas Ustadz Yoyok mengakhiri wawancara. (Ida Aisha)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *