Memetik Hikmah di Balik Peresmian MTA Perwakilan Bali

Gedung Olah Raga Praja Raksaka sesak dijejali oleh ribuan jamaah. Di tengah suara gemuruh hujan yang mengguyur, semangat mereka untuk seksama mendengarkan tausiah tak jua surut. Alhamdulillah, gedung yang beralamat di Jalan By Pass Ngurah Rai ini mampu menampung seluruh jamaah. Setidaknya, mereka terlindungi oleh gemericik air hujan yang membasahi wilayah Kepaon, Denpasar, Bali itu. Inilah sekelumit cerita di balik berlangsungnya Tabligh Akbar dalam Rangka Peresmian MTA Perwakilan Bali, Sabtu, 6 Nopember lalu.

Meski mundur satu jam dari waktu yang dijadwalkan, namun semangat mereka tak juga pupus. Mereka tetap menanti hingga acara tabligh akbar ini dilangsungkan. Sesuai rencana awal, acara ini memang dijadwalkan akan dimulai pukul 09.00 WITA, namun Allah justru berkehendak lain. Rombongan MTA Pusat, termasuk Ketua Umum MTA Pusat Surakarta, Al-Ustadz Drs.Ahmad Sukina, sempat terkendala masalah transportasi dalam perjalanannya menuju Bali.

Kamis sore (4/11), rombongan dari jajaran pimpinan MTA Pusat ini sedianya akan berangkat menuju Bali. Karena pengaruh hujan abu akibat letusan Gunung Merapi yang belum kunjung usai, penerbangan pun ditunda hingga pukul 23.00 WIB. Setelah menunggu lama, penerbangan tetap tak bisa dilakukan hingga esok harinya.

Jumat pagi (5/11) pukul 06.30 WIB, penerbangan lagi-lagi harus diundur hingga pukul 09.00 WIB. Sementara pukul 11.00 WIB, pihak bandara Adi Sucipto, Yogyakarta mengumumkan bahwa seluruh penerbangan hari itu ditutup.

Perjalanan melalui udara nampaknya tidak memungkinkan. Terlebih, usaha untuk mendapatkan tiket pesawat melalui bandara lain, baik di Semarang ataupun Surabaya, nihil. Akhirnya, perjalanan darat pun ditempuh.

Atas ijin dari Kapoltabes Surakarta, rombongan ini dikawal oleh Patwal (Patroli pengawal), berangkat dari Solo menuju Bali pukul 16.00 WIB. Berkat pertolongan Allah, rombongan tersebut sampai di tempat tujuan, esok harinya pukul 09.00 WITA. Meski sedikit terlambat, namun ini tak memudarkan antusias dari ribuan jamaah yang umumnya menempuh perjalanan darat, dua hari sebelumnya dari Solo ini untuk tetap mengikuti tabligh akbar hingga selesai.

Kehendak Allah

Tidak mudahnya perjuangan rombongan MTA Pusat dalam perjalanannya menuju Bali ini tak terlepas dari kehendak Allah. “Manusia boleh merencanakan, tetapi ketentuan itu ada di tangan Allah SWT. Oleh karena itu, Allah memberi tuntunan, apabila seseorang akan melaksanakan sesuatu hendaklah disertai dengan Insya Allah (lihat QS.Al Kahfi 23-24-red),” tutur Al-Ustadz Drs.Ahmad Sukina saat memberikan tausiahnya.

Apa yang terjadi dalam perjalanan menuju acara berlangsungnya Tabligh Akbar dalam Rangka Peresmian MTA Perwakilan Bali ini semoga tak mengurangi keikhlasan kita dalam beramal, sebagaimana firman Allah dalam QS.Al Baqarah 216 yang artinya,”…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

“Maka dari itu, kita sebagai hamba Allah, apapun yang terjadi kita harus menerima dengan syukur dan senang hati. Bagaimanapun juga kita masih dalam keadaan sehat walafiat,” tutur beliau lagi.

Acara Tabligh Akbar dalam Rangka peresmian MTA Perwakilan Bali ini pun berjalan lancar. Dengan ditandai penekanan tombol selubung papan nama oleh Ketua MUI Pusat Jakarta, KH Drs.Amidhan, sekaligus dilakukan penandatanganan prasasti, maka MTA Perwakilan Bali telah diresmikan. Diharapkan, dengan hadirnya MTA di pulau Bali ini akan memperluas dakwah Al-Qur’an dan Sunnah di pulau tersebut. [ntz/foto : kris]

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *