KH. Dr. Amrullah : Tidak ada Pemimpin tanpa ketaatan

Minggu 8 Nopember 2009 MTA mengdakan pengajian akbar dalam rangka meresmikan 4 cabang di kabupaten Klaten. Hadir pada pengajian akbar dalam rangka peresmian beberapa cabang Majlis Tafsir Al-qur’an (MTA) di Kabupaten Klaten Dr. Amrullah Ahmad dari MUI Pusat sebagai pembicara inti merasa kagum adanya suatu jamaah yang sangat guyub rukun dalam amar ma’ruf nahi mungkar, guyub rukun dalam mengamalkan Al-qur’an dan sunnah yaitu Majlis Tafsir Al-qur’an (MTA) yang merupakan salah satu bagian dari berbagai ormas Islam yang menopang berdirinya Majlis Ulama Indonesia (MUI).

Beliau sampaikan bahwa apa yg dilakukan oleh MTA adalah sama dengan apa yg dilakukan oleh Rasul ketika menyebarkan agama ini, maka apa yg dihadapi oleh MTA ini juga sama dengan apa yang dihadapi oleh Rasulullah, orang-orang yang merintangi dakwah MTA juga sama dengan orang-orang yang merintangi dakwah rasulullah yaitu diantaranya adalah kaum Musyrikin dan kaum Yahudi.

Beliau berharap adanya MTA ini bisa menjadikan bangsa ini menjadi manusia yang khoiru umah yang akan mendapatkan barokah Allah dari Langit dan Bumi.
Adapun orang yang akan mendapatkan Rahmat dan Barokah dari Allah adalah orang-orang yang melakukan hal berikut :

  • Menegakkan sholat
  • Mengeluarkan zakat
  • Menegakkan yang hak (amar ma’ruf)
  • Mencegah yang mungkar (Nahi mungkar).

Beliau tambahkan pula bahwa jamaah MTA adalah jamaah yang bisa menjadi contoh bagi jamaah lainnya, sebagaimana yang disampaikan oleh sahabat Umar bin Khatab, “Tidak ada Islam tanpa jamaah, tidak ada jamaah tanpa pemimpin, tidak ada pemimpin tanpa ketaatan.”

Warga MTA datang berduyun-duyun ke tempat pengajian ini dari berbagai wilayah karena mendengar himbauan dari pemimpinnya dan yang menjadikan saya terkagum-kagum adalah MTA bisa membangun gedung senilai 16 M itu dari mana kalau bukan karena ketaatan warga MTA kepada pemimpinnya.

Pada kesempatan itu beliau juga menyinggung tentang sulitnya mengurus ijin untuk mendirikan radio dakwah maupun televisi dakwah, sementara radio dan televisi yang isinya cuman dangdutan dan bahkan pornografi dan pornoaksi mudah untuk mendapatkan ijin, padahal kita tahu sendiri menterinya juga orang Islam. Namun kita tidak boleh kecil hati, kalau kita menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kita, seperti Allah katakan dalam Al-qur’an Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. [QS.47:7]

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *