Dec 302010

Announcer        : Tommy Al-Fathoni

Narasumber      :

  1. Bp. AKP Sukidi (Kanit Bimmas Polresta Surakarta)
  2. Bp. Ipda Suprihadi (Kasubbag Bimmas Polresta Surakarta)

Arah bijak kapolri yaitu revitalisasi polri menuju pelayanan prima agar polri sesuai dengan apa yang diharapkan oleh warga masyarakat terkait dengan hal-hal yang segera mendapatkan tindakan kepolisian.

Ada tiga hal yang penting terkait dengan revitalisasi polri menuju pelayanan prima, yaitu:

  1. Penguatan institusi
  2. Terobosan kreatif
  3. Peningkatan integritas dan pengawasan

Continue reading »

Pelayanan Masyarakat

Posted by faradilla at 2:13 pm TKP
Nov 182010

Narasumber                 : Ibu. AKP Sis Raniwati, SH (Polsek Pasar Kliwon)

Announcer                  : Salsabilla

Dasar hukum UU No. 2 Tahun 2002 pasal 13

  1. Memelihara keamanan dan ketertiban untuk masyarakat
  2. Penegakan hukum
  3. Memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat

Jumlah penduduk dari data sensus yang terakhir ini wilayah Kecamatan Pasar Kliwon sekitar ± 88.677 dan komunitas terpadat terjadi pada siang hari karena kita tahu bahwa wilayah Pasar Kliwon luas dan banyak pendatang dari luar kota yang berkunjung sehingga mengakibatkan kepadatan aktifitas meningkat khususnya pada tempat perbelanjaan.

Continue reading »

Oct 212010

Narasumber     : AKP Sugeng Dwiyanto SH (Polresta Surakarta)

Announcer      : Salsabilla

Hasil catatan kejahatan umum (tiga bulan terakhir):

  • Curat (pencurian dengan pemberatan) ada 21 kasus yang sudah terungkap dari 49 kasus
  • Curas (pencurian dengan kekerasan) ada dua kasus dan sudah terungkap semuanya
  • Curanmor (pencurian kendaraan bermotor) ada 14 kasus yang sudah terungkap dari 49 kasus

Hampir 80%-90% korbannya adalah wanita (sedang dalam keadaan sendirian). Tempat sepi, gelap atau redup cahaya, dan trafficlight (saat lampu menyala merah) sering digunakan oleh pada pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya dengan cara memepet dan mengambil dengan paksa barang-barang. Sekarang ini menjadi suatu trend bagi kaum putri saat membawa tas dengan hanya diselempangkan saja tanpa ditutup jaket sehingga pelaku kejahatan dengan mudah untuk melihat. Sehingga dari kepolisian menghimbau untuk para kaum putri pada khususnya untuk lebih berhati-hati. Jika terjadi kejadian kejahatan umum diharapkan segera melaporkan ke polisi setempat atau ke nomor telepon yang sudah disebar di tempat-tempat keramaian.

Continue reading »

Pelayanan Masyarakat

Posted by faradilla at 3:04 pm TKP
Sep 162010

Narasumber       :

  • Kompol Kaharudin           (Polsek Serengan Surakarta)
  • AKP Suharmono               (Polsek Serengan Surakarta)

Announcer         : Salsabilla

UU Kepolisian RI Tahun 2002 bahwa tugas kepolisian adalah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dimana  banyak sekali tugas polri. Dalam rangka untuk menyambut Idhul Fitri 1431 H kemarin polri telah menggelar operasi Ketupat Candi 2010 yang dimulai pada tanggal 3 September  –  18 September 2010 dan akan diperpanjang sampai tanggal 20 September 2010 sehingga warga kepolisian belum bisa melaksanakan mudik karena harus melaksanakan tugas yaitu melayani masyarakat. Di wilayah Surakarta yang terlibat di Kutupat  Candi tersebut sebanyak 10 pospam yang melibatkan banyak sekali anggota kepolisian. Visi polri salah satunya adalah polisi yang professional dan akuntabel dalam pelayanan pencegahan kejahatan, penegakan hukum, penciptaan rasa aman, dan bebas dari rasa takut yang meluas dimasyarakat serta dicintai secara nasional dan diakui secara internasional.

Dalam kepolisian ada SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), jika masyarakat mengalami tindak pidana atau apapun pengaduan adalah tugas SPKT menerima laporan dan pengaduan.

Fungsi SABHARA, tugasnya penjagaan, pengawalan, dan patroli. Apabila ada masyarakat yang membutuhkan pengawalan bisa menghubungi pihak kepolisian yang akan dilayani oleh fungsi SABHARA.

Fungsi INTEL, mendeteksi dini terhadap setiap permasalahan yang diperkirakan dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat termasuk juga melayani perijinan keramaian, kegiatan masyarakat, dan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kriminal).

Fungsi LALU LINTAS, tugasnya hampir sama dengan SAMAPTA hanya ada tambahan pengaturan, penjagaan, pengelolaan, dan patroli.

Fungsi RESERSE, tugasnya adalah penyelidikan penyidikan perkara tindak pidana yang terjadi.

Fungsi BINMAS (Bimbingan Penyuluhan kepada Masyarakat),  penyuluhan kepada masyarakat hal-hal apa yang sedang terjadi.

May 202010

Narasumber            : Iptu. Parjono
Presenter               : Faradilla

Polsek Banjarsari siap melayani masyarakat baik itu di SPK, RESKRIM, atau INTEL. Sebagai informasi bahwa pada kecamatan Banjarsari itu ada 13 kelurahan, 4 pos (lokasi: pos terminal, pos Nusukan, pos Pasar Legi, pos Lantas di Gilingan)

Nomor Telepon SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Banjarsari 0271-644400
Polsek Banjarisari melayani pengaduan di SPK baik itu melayani pengaduan laporan masyarakat, malayani surat kehilangan.
Untuk di Intel melayani SKCK dan rekomendasi perijinan. Kalau SKCK untuk melamar pekerjaan swasta cukup di polsek, kalau melamar di instansi pemerintah rekomendasinya mencari di Poltabes Surakarta.

Narasumber         : Ibda. Suprihadi (Kasubagbinmas Kepolisian Kota Besar Surakarta)
Announcer          : Faradilla

Community Policing adalah grand strategi polri untuk kembali menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat dan masyarakat lebih mengerti dan lebih tahu apa yang menjadi tugas beban berat polisi sehingga nantinya akan muncul bahwa masyarakat ini harus bisa berpartisipasi langsung untuk menciptakan situasi aman dan kondusif sehingga bisa beraktiftas dengan nyaman.
Manajemen perubahan untuk keberhasilan perpolisian masyarakat ini adalah salah satu bab tentang peraturan kapolri nomor. 7 tahun 2008 yaitu strategi dan implementasi perpolisian masyarakat dalam penyelenggaraan tugas polri. Perubahan manajemen sebagai persyaratan polmas itu bahwa kita ketahui polmas itu bukan hanya semacam program dalam penyelenggaraan fungsi kepolisian tetapi merupakan suatu strategi yang mendasar, yaitu yang menuntut perubahan yang mendasar dari penyelenggaraan tugas kepolisian yang semula mendasari pada prinsip pelayanan birokratif ke arah personalisasi. Jadi panyajian layanan kepolisian itu pelayanan nyata yang diharapkan dilaksanakan oleh petugas polri langsung bersentuhan dengan warga masyarakat.

Continue reading »

Apr 152010

Narasumber     : Kanidikyasa AKP. Sarwoko (Satuan Lalu Lintas Poltabes Surakarta)
Presenter          : Faradilla

Biasakanlah untuk mengecek pribadi kondisi kita siap untuk jalan atau tidak kelengkapannaya, kemudian terpengaruh obat-obatan atau tidak (contoh: habis minum obat pusing ya jangan dipaksakan). Kedua, kelengkapan surat STNK dan SIM, karena banyak terjadi kecelakaan. STNK dan SIM itu gunanya untuk memudahkan polisi menghubungi keluarga jika terjadi sesuatu, misalnya: kecelakaan. Sebelum mengendarai kendaraan juga harus dicek terlebih dahulu seperti oli, radiator, dll.
Kehidupan di jalan itu majemuk, ada yang hati-hati ada yang tidak hati-hati, yang hati-hati saja masih bisa terkena dampak apalagi kita yang tidak hati-hati.

Continue reading »

TKP

Edisi                 : Kamis, 25 Maret 2010

Tema               : Intensifikasi Fungsi BINMAS (Pembinaan Masyarakat)

Narasumber       : AKP. Suprihadi (Kasubagbinmas Poltabes Surakarta)

Presenter          : Faradilla

Upaya apa yang terkait dengan Intensifikasi Fungsi Pembinaan Masyarakat merupakan bagian dari Community Policing (Kemitraan dan Problem Solving), diantaranya ada 7 points:

  1. Sistem hubungan cepat (hotline) ® melalui telepon, sms.
  2. Pemanfaatan kotak pengaduan ® dapat secara langsung ke kotak-kotak pengaduan yang disediakan di tempat-tempat umum khususnya di Poltabes Surakarta. Secara umum polri juga menyediakan pos di layanan kotak pos 7777.
  3. Penerangan umum (slogan kamtibmas)
  4. Penerangan BINMAS keliling ® dilakukan oleh unit-unit penerangan, sering dilakukan oleh mobil keliling, ada dari lalu lintas, bina mitra, dan satuan reskrim
  5. Pemanfaatan sarana media
  6. Intensifikasi patroli

1. Sistem Hubungan Cepat (Hotline) : kepolisian poltabes Surakarta telah membuka akses komunikasi informasi tentang keluhan masyarakat yang dialami secara langsung maupun tidak langsung mengenai gangguan kamtibmas melalui jaringan komunikasi. Jika masyarakat mendapat kesulitan untuk menghubungi kepolisian melalui nomor telepon 110 atau 112, maka kita dapat menghubungi SP Kapoltabes Surakarta di nomor telepon 0271-712600 atau Layanan Khusus Kapoltabes Surakarta 08122610200 atau 0271-2152008 (via sms), ada hal apa saja yang perlu disampaikan kepada kepolisian dalam hal ini apabila masyarakat menemukan suatu kejadian dan ingin segera kehadiran petugas polisi dapat langsung menghubungi nomor-nomor tadi.

2. Pemanfaatan Kotak Pengaduan : silakan masyarakat bisa melapor lebih specific lagi, dapat memuatkan banyak hal karena tidak dibatasi karakter banyaknya huruf dalam penulisan, maka ditempat-tempat umum disediakan kotak saran dan kritik terhadap kepolisian.

3. Penerangan Umum (Slogan Kamtibmas): selalu dihimbau terkait dengan trend kejahatan yang pernah terjadi saat ini misalnya pencurian kendaraan bermotor roda dua atau pun roda empat. Dengan penerangan, kepolisian berupaya dengan memasang spanduk-spanduk anjuran, mengingatkan agar berhati-hati misalnya bila mengenali orang yang baru saja dikenal agar tidak mudah menerima makanan atau minuman atau hal yang sejenisnya dan kemudian menjadi terpikat sampai-sampai bisa terpedaya dan mengirimkan sejumlah nominal rupiah yang banyak pada salah satu rekening. Sebenarnya kejahatan seperti itu adalah modus lama namun masih sering terjadi. Ada juga petugas kepolisian yang tertipu dan penjahat yang mengaku dari pihak kepolisian/ petugas/ pejabat, dsb.

4. Penerangan BINMAS keliling: dari kepolisian berupaya mengajak menyadarkan warga masyarakat untuk berhati-hati dan mengamankan diri sendiri, misalnya dalam penggunaan jalan agar digunakan dengan tertib sesuai dengan rambu-rambu yang ada.

5. Pemanfaatan sarana media: pemanfaatan media visual dan audio sehingga masyarakat bisa menangkap apa yang menjadi keinginan kepolisian dan apa yang menjadi keinginan masyarakat. Tanpa ada masyarakat yang mengetahui dan bersedia melapor menginformasikan kepada polisi, kepolisian tidak akan mengetahui secara menyeluruh karena anggota polisi itu kan terbatas.

6. Intensifikasi patroli: door to door, sambang kampung, dsb

Pelayanan masyarakat

Posted by faradilla at 10:02 am TKP
Jan 212010

Narasumber     : Aiptu. Suparyono (Polsek Pasar Kliwon)
Presenter          : Ali Rahman

Pelayanan masyarakat: tugas pokok UU No.2 Tahun 2002, memberikan pelayanan, pengayoman, dan perlindungan dalam masyarakat.

Peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar pelaksanaan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia sebelum Undang-Undang ini berlaku adalah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1997 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 81, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3710) sebagai penyempurnaan dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1961 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kepolisian Negara (Lembaran Negara Tahun 1961 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2289).

Continue reading »

Narasumber            : Bpk. Ipda Suprihadi (Kasubag Binmas Poltabes Surakarta)
Presenter                  : Ali Rahman
Tema                          : Komuniti Polisi (Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Polmas)

Prinsip-prinsip penyelenggaraan komuniti polisi atau Polmas. Beberapa hal yang harus diketahui bersama:

  • Komunikasi intensif, yaitu prateb pemolisian yang menekankan kesepakatan dengan warga, polri menjalin komunikasi intensif dengan masyarakat melalui tatap muka, telekomunikasi, pertemuan-pertemuan forum komunikasi, diskusi, dsb.
  • Kesetaraan, asas kesejajaran kedudukan antara warga dan masyarakat yaitu komunitas dengan petugas kepolisian yang saling menghormati martabat, hak, dan kewajiban, dan menghargai perbedaan pendapat. Sehingga asas kesetaraan mensyaratkan upaya memberi layanan kepada semua kelompok masyarakat dengan  memperhatikan kebutuhan-kebutuhan khusus seperti perempuan, anak, lansia serta kelompok-kelompok rentan lainnya.
  • Kemitraan, yaitu polri membangun interaksi dengan masyarakat berdasarkan kesetaraan, kesejajaran, sikap saling mempercayai dan menghormati dalam upaya mencegah kejahatan. Pemecahan masalah keamanan dalam komunitas masyarakat serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
  • Transparasi, yaitu  keterbukaan polisi terhadap warga masyarakat serta pihak-pihak yang terkait dengan upaya menjamin rasa aman, tertib dan tentram agar dapat bersama-sama menjamin, memahami permasalahan dan tidak saling curiga serta dapat menimbulkan kepercayaan satu sama lain.
  • Akuntabilitas, yaitu penerapan asas pertanggung jawaban polri yang jelas sehingga setiap tindakannya dapat dipertanggung jawabkan sesuai prosedur.
  • Partisipasi
  • Personilisasi
  • Desentralisasi
  • Otonomisasi
  • Proaktif
  • Orientasi pada pemecahan masalah
  • Orientasi pada pelayanan
© 2008 mtafm Suffusion theme by Sayontan Sinha