Jun 142013

Edisi 3 Sya’ban 1434 H/ 12 Juni 2013

Narasumber : Ustadz Dwi Wuryanto
Penyiar         : Firman

Takabur – Sikap membanggakan diri, menolak kebenaran dan meremehkan orang lain
Ujub- Sikap membanggakan diri tanpa disertai dengan merendahkan orang lain.
Antara sikap takabur seperti yang kita selalu lihat, apabila dinasihati dan orang yang dinasihati akan mengatakan ” siapa engkau hendak nasihati aku?”. Inilah tanda-tanda takabur atau sombong. Sementara ujub adalah bermegah-megah dengan kejayaan sendiri tanpa melihat bahawa kejayaan itu adalah anugerah dari Allah subhanahu wa taala dan yang menjadi pemyebab dari kejayaan itu adalah dari hasil sokongan dan bantuan orang lain.

Continue reading »

Jan 042012
Announcer      : Ahmad Fauzan
Narasumber     : Ust. Dwi Wuryanto

Menikmati ujian? Mana mungkin? Apakah ujian itu nikmat?

Biasanya orang yang akan menjalanii ujian entah itu ujian sekolah, ujian masuk kuliah/ kerja, dsb menjadikan yang bersangkutan gelisah, nervous, stress. dll sebelum ujian itu dilaksanakan.

Bagaimana dengan ujian dalam hidup (kehidupan) yang selalu menghadang setiap manusia? Bagaimana menghadapi ujian keimanan bagi setiap diri yang mengaku sebagai orang-orang yang beriman? Continue reading »

Narasumber       : Ust. Dwi Wuryanto
Presenter        : Miftah Al-Firdaus

Allah berfirman dalam surat An-Nisa: 36

وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً
وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى
وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا
مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً

4: 36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh , dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, Continue reading »

Mar 302011
Narasumber      : Ust. Dwi Muryanto
Presenter       : Miftah Al-Firdaus

Dalam Islam diajarkan bahwa kita tidak boleh duduk di jalan karena dapat menganggu orang lewat dan kita tidak bisa menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak berguna maupun yang dilarang, maka kita harus melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar didalamnya. Continue reading »

Narasumber       : Ustadz Dwi Muryanto

Presenter          : Miftah Al-Firdaus

Undangan jamuan dari masa ke masa mulai bergeser karena perkembangan budaya,adat istiadat termasuk dalam cara-cara atau di dalam masalah walimah (undangan) yang awalnya dengan walimatul ‘ursy (undangan yang secukupnya/ sederhana) akhirnya kemudian berubah menjadi resepsi, pesta, dsb. Islam agama yang betul-betul sempurna dan paripurna memberikan tuntunan pedoman hidup bagi umatnya dari urusan yang paling kecil sampai ke urusan yang terbesar, seperti makan,minum, sampai masalah buang air hingga ke masalah politik, ekonomi, kenegaraan, dll telah diatur semuanya oleh Islam.

Continue reading »

Jan 052011

Narasumber     : Ust. Dwi Wuryanto

Announcer      : Miftah Al-Firdaus

Al-An’am: 60

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ

يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُّسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم

بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

6: 60. Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan , kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.

Continue reading »

Narasumber     : Ust. Dwi Wuryanto
Announcer      : Ahmad Fauzan

Saudara kita meninggal dunia, apa yang harus kita lakukan untuknya? Sesudah memandikan dan mengkafani, salah satu dari beberapa hak jenazah seorang muslim dari petunjuk rosulullah adalah menshalatkan jenazah.
Persiapan terakhir secara syar’i untuk jenazah saudara kita yang harus kita tunaikan yakni menguburkan jenazah secepatnya, tidak ditunda-tunda, dan tidak diadakan berbagai macam acara yang tidak ada benarnya sama sekali sesuai dengan kaidah Islam.

Perlu kita ketahui, sebelum jenazah dikuburkan tentu saja dipersiapkan galian lubang untuk jenazah. Bagaimana cara yang harus atau sebaiknya kita lakukan (bagi seorang muslim) dalam membuat galian untuk jenazah? Dalam hadits di sebutkan sejak jaman rosulullah SAW kita mengenal ada dua macam galian untuk jenazah yakni dengan membelah tanah (digali seperti biasa) kemudian ada semacam galian khusus bagian tengah atau dalam bahasa Jawa kita kenal dengan sebutan karasan, sedangkan bentuk yang satunya adalah lahat. Lahat adalah satu bentuk galian yang khusus dibagian samping kemudian kita harus memperluas di bagian kepala dan kaki lubang jenazah (bagian atas dan bawah diberi kelonggaran atau diluaskan).

Continue reading »

Narasumber                 : Ust. Dwi Wuryanto

Announcer                  : Miftah Al-Firdaus

Hak jenazah saudara kita yang muslim yang lain setelah memandikan dan mengkafani adalah menshalatkan jenazah. Menshalatkan jenazah saudara kita adalah hak yang paling istimewa dan paling mutlak.

Kita mungkin pernah bahkan sering menshalatkan jenazah namun terkadang kita atau pun  saudara-saudara kita yang ikut menshalatkan jenazah hanya sekedar ikut-ikutan saja (tidak paham). Bahkan ketika tidak ada jama’ah didalam melaksanakan sholat jenazah ada orang yang melaksanakan sholat jenazah sebagaimana sholat sunah  biasa, kondisi itu sering kita jumpai mungkin dikarenakan orang yang sama sekali belum pernah mengikuti sholat jenazah tapi dengan sangat percaya diri seakan-akan dia tahu sholat jenazah. Tindakan tersebut dilakukan kemungkinan karena rasa gengsi atau faktor yang lainnya misalnya rasa ‘mosok saya kok nggak bisa’ ternyata memang benar tidak bisa, hal ini sering ditemui dimasyarakat dan bagi yang lainnya jarang yang berani melakukan suatu teguran atau pun nasehat bagi saudara-saudara kita yang semacam itu. Kadang yang sering ditemui adalah orang-orang yang sudah lanjut usia, saking semangatnya ingin melakukan sholat jenazah terhadap saudaranya namun tidak ada jama’ahnya maka dia dengan pedenya sholat dua rekaat seperti sholat sunah. Inilah yang menjadikan perhatian bagi kita, begitu banyaknya hal-hal yang dilupakan oleh saudara-saudara kita tentang masalah jenazah bahkan justru tidak banyak orang-orang yang tertarik untuk memperhatikan hal tersebut.

Setelah jenazah dimandikan dan dikafani agama mensyari’atkan untuk menshalatkan. Hukum menshalatkan jenazah adalah fardhu kifayah yaitu ‘sudah mencukupi apabila ada diantara kaum muslimin sudah menshalatkannya, sedangkan apabila yang lain tidak ikut menshalatkannya dia tidak berdosa. Namun, semuanya akan berdosa apabila dari sekian muslimin yang ada tahu bahwa yang meninggal adalah seorang muslim tetapi umat Islam setempat tidak ada yang mau menshalatkan. Oleh sebab itu kita masing-masing muslimin harus bisa melaksanakan sholat jenazah.

Dimana harus menshalatkan jenazah? Sholat jenazah bisa dilakukan di mana saja, di tempat yang baik, suci, rumah atau masjid atau tempat-tempat yang tidak dilarang.

Bukan suatu keharusan bahwa jenazah harus disholatkan di masjid apalagi dengan berkeyakinan bahwa jika menshalatkan jenazah di masjid akan memudahan masuk surga.

Pelaksanaan sholat jenazah dapat dilaksanakan munfarid (sendiri-sendiri) atau pun berjama’ah. Bila jenazah tersebut betul-betul bukan seorang muslim maka kita tidak perlu menshalatkannya karena hal tersebut jelas dilarang oleh agama kita.

Narasumber     : Ustadz Dwi Wuryanto

Announcer      : Miftah Al-Firdaus

Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini selalu berjodoh, seperti ada siang dan malam, hitam dan putih, besar dan kecil, dunia dan akherat, mukmin dan kafir, nikmat dan tidak nikmat, sehat dan sakit. Maka, sebagaimana yang kita rasakan banyaknya jenis kenikmatan yang didapatkan oleh kita diakhir jaman ini, sebagai contoh, banyak jenis kenikmatan berupa makanan dan minuman yang memang sengaja diciptakan manusia bagi yang suka memanjakan lidah dan selera makannya. Di balik enak dan nikmat itu pasti ada ketidak nikmatan dan rasa tidak enak karena banyaknya kenikmatan maka tidak heran banyak muncul berbagai penyakit dimasyarakat kita.

Maka dari itu Rosulullah untuk mencegah umatnya agar jangan sampai terjebak dalam pola makan atau pun tradisi yang tidak dibenarkan di dalam agama kita diperintahkan untuk senantiasa menjaga apa yang masuk dalam perut kita baik jenisnya atau pun jumlahnya. Puasa adalah salah satu yang disyari’atkan oleh umat Islam merupakan salah satu bentuk dari pemeliharaan Allah atas kesehatan hamba-hamba-Nya, apabila kita sakit maka kita sendiri yang akan rugi. Lepas dari itu semua, kita sebagai seorang muslim adalah saudara.

Hak-hak yang didapatkan seorang muslim terhadap muslim yang lainnya. Hak muslim bagi orang muslim ada lima perkara, yaitu:

  1. Menjawab salam
  2. Mengantarkan jenazah
  3. Memenuhi undangan
  4. Mendo’akan ketika bersin
  5. Menjenguk orang sakit
Aug 252010

Narasumber     : Ustadz Dwi Wuryanto
Announcer      : Miftah Al- Firdaus

Zuhud itu bertentangan dengan hawa nafsu. Allah berfirman di dalam Q. S. Al-Ankabut: 64

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

Q. S. Ali Imron: 14-15

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

3.14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak [l86] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Continue reading »

© 2008 mtafm Suffusion theme by Sayontan Sinha