Jan 042012
Announcer      : Aulya Idris
Narasumber     : Drs. Adi Nugroho

Poin terpenting adalah prinsip untuk saling memahami antara pasutri. Memang biasanya ada periode seperti pertumbuhan manusia, dimana  pemahamahan pasangan dalam keluarga juga mengalami perkembangan.

Begitu menikah, pasutri tidak bisa langsung 100% paham. Sangat naïf jika ada orang yang berpendapat bahwa “kita menikah, kita sudah langsung paham dengan pasangan kita”, kondisi seperti itu sangat jarang terjadi bahkan mungkin 0% terjadinya. Allah menciptakan sekian milliar orang pasti berbeda walaupun kecil perbedaannya, saudara kembar yang identik pun pasti ada perbedaannya. Jadi, kita bisa membayangkan kalau  dua pribadi yang berbeda kemudian disatukan dalam suatu mahligai untuk mengarungi bahtera kehidupan bersama-sama.

Dalam periode-periode awal sampai lima tahun pertama sangatlah wajar jika pasutri harus tetap ta’aruf dan berusaha untuk memahami pasangannya. Sedangkan kesadaran pertama yang harus kita miliki pada saat kita memahami pasangan kita, adalah

Continue reading »

Menggapai Mimpi

Posted by faradilla at 2:15 pm Psikologi
Jun 222011
Narasumber     : Drs. Adi Nugroho
Persenter      : Aulya Idris

Kira-kira dorongan psikologis seperti apa yang mempercepat tergapainya mimpi? Continue reading »

Menggapai Mimipi

Posted by faradilla at 2:07 pm Psikologi
Jun 152011
Narasumber  : Drs. Adi Nugroho
Presenter   : Aulya Idris

Apakah mimpi harus diwujudkan atau memang hanya sekedar khayalan? Continue reading »

Menggapai Mimpi

Posted by faradilla at 2:21 pm Psikologi
Jun 082011
Narasumber       : Drs. Adi Nugroho
Persenter        : Aulya Idris

  • Apakah mimpi itu merupakan sesuatu yang sangat naif?
  • Apakah mimpi itu adalah sesuatu yang berkhayal?
  • Apakah mimpi itu sesuatu yang sama sekali tidak ada hasilnya?

Continue reading »

Menggapai Impian

Posted by faradilla at 2:39 pm Psikologi
May 252011
Narasumber              : Drs. Adi Nugroho
Presenter               : Aulya Idris

Mimpi adalah sesuatu yang gratis, tanpa biaya, sesuatu yang didapat dengan mudah, apakah itu semua betul?. Mimpi  dalam hal ini bukan mimpi yang berarti tafsir mimpi, tetapi mimpi yang berarti “harapan”. Continue reading »

May 182011
Narasumber       : Drs. Adi Nugroho
Presenter        : Aulya Idris

Saat ini sedang berjalan musim kelulusan dan mencari sekolah baru. Berbagai expresi meluap mulai dari expresi begitu gembira, sedih, sangat gembira, dan sangat sedih. Beberapa point yang perlu diperhatikan:

Continue reading »

May 182011
Narasumber       : Drs. Adi Nugroho
Presenter        : Aulya Idris

Saat ini sedang berjalan musim kelulusan dan mencari sekolah baru. Berbagai expresi meluap mulai dari expresi begitu gembira, sedih, sangat gembira, dan sangat sedih. Beberapa point yang perlu diperhatikan:

  1. Sekolah adalah wajib. Orang tua menjadi sangat stress pada saat mencarikan sekolah untuk anaknya yang rata-rata menginginkan untuk bisa bersekolah di sekolah favorite atau sekolah impian. Perasaan gagal dan seakan-akan dunia kiamat jika anak-anak mereka tidak bisa bersekolah di tempat tersebut. Nah perlu dicermati bahwa sekolah adalah wajib karena memang diadakan wajib belajar, tetapi perlu diingat bahwa bukan suatu jaminan kalau sekolah itu pasti akan menunjang kesuksesan seseorang.
  2. Jangan sampai anak menjadi korban kompensasi dari ambisi orang tua. Sebetulnya anak tidak perlu sekolah-sekolah terlalu favorite yang kompetisinya begitu tinggi sementara kemampuan anak hanya pas-pasan. Tetapi, ibu-ibu biasanya lebih senang berbicara seperti “wah anak saya diterima di sekolah X yang favorite” atau “anak saya diterima di sekolah X (notebene: sekolah yang rata-rata orang kaya semua)” yang menjadi suatu symbol, great, level dari label seseorang. Keadaan ini anak menjadi korban karena dimasukkan untuk menjadi label orang tuanya.

Apa yang membedakan orang yang success dan yang tidak success?

Ada satu pameo yang sangat menarik  bahwa “hidup itu hanya mengikuti arus sungai yang mengalir”, padahal kalau kita melihat, apa sih yang ikut mengalir dengan air sungai? Ada kotoran, sampah, dll, apakah kita mau seperti itu?. Bila kita ingin mengikuti aliran sungai yang mengalir maka kita pilih sungainya, jangan memilih sungai yang kotor. Jika memang tidak ada sungai yang cocok untuk kita ikuti alirannya, kalau perlu kita membuat sungai sendiri atau melawan arus.

Orang yang pesimis biasanya selalu mempunyai jargon “hidup itu hanya sekedar mengikuti arus yang mengalir” yang menempatkan diri seakan-akan menjadi seonggok sampah dan kotoran terapung-apung mengikuti ke mana sungai membawa. Beda dengan orang yang optimis, mereka mempunyai jargon  “saya punya hak pilih untuk mencari sungai yang saya ikuti alirannya” .

Kita diberi otak kanan oleh Allah SWT yang dipenuhi dengan imajinasi dan impian, contoh: tentang soal pernikahan kalau suka ya nikah (easy going dan action). Lain dengan otak kiri yang bersifat realistis, banyak hitungan, jika mau menikah harus berhitung terlebih dahulu. Otak kanan dan kiri, keduanya harus saling menunjang tapi tidak perlu dihitung sampai njlimet ‘rumit’. Orang-orang yang berhasil ternyata memang selalu menginspirasikan dirinya di otak kanan yang kemudian diikuti dengan D and A (Dream and Action). Hidup itu adalah kumpulan dari presepsi begitu pula dengan manusia. Bagaimana orang success memilih satu kata yang dikunci untuk mempresepsikan dirinya di mata public? Sama seperti kehidupan ini dan dalam berumah tangga, bagaimana supaya istri berhasil untuk memanage suaminya? Ingat bahwa kita(istri) memasarkan diri kepada suami (bukan menjual diri) maka kita harus mampu mencoba mengunci satu kata, contoh: mbak A “setia”, jadi image yang muncul kalau orang melihat sosok mbak A adalah mbak A yang penuh kesetiaan, begitu juga dengan suami mbak A sendiri  juga melihat mbak A penuh dengan kesetiaan. Coba kita berpikir dengan otak kanan, bila mempunyai mimpi maka langsung action. Kalau kita mempunyai mimpi tapi terlalu banyak perhitungan nanti justru malah menjadi ragu-ragu dan akhirnya batal (tidak terealisasikan). Satu impian tujuh kali action atau satu impian 10 kali action, bukan kok 10 kali  mimpi tapi actionnya hanya sekali saja.  Alon-alon waton kelakon ‘pelan-pelan asal kesampaian’ dan mangan ra mangan anggeré kumpul ‘makan tidak makan asal kumpul’, budaya ini sudah meninabobokkan kita sekian lama sehingga jarang muncul entrepreneur- entrepreneur.

Bagi ibu-ibu yang anaknya tidak diterima disekolahan yang favorite dan tidak sesuai dengan cita-cita, sekarang cobalah kita mulai berpikir “apa sih mimpi anak kita?” dan kita melatih “apa sih impian-impian kita?” atau impian terhadap suami kita? Lakukan saja, tentunya impian-impian yang positif. Setiap impian dan harapan itu 99% adalah sesuatu hal baik yang menunjukkan suatu peningkatan dan perbaikan.

May 112011
Narasumber       : Drs. Adi Nugroho
Presenter        : Aulya Idris

“Saya janda dari usia 24 tahun sampai sekarang usia sya 37 tahun. Saya sudah ta’aruf dua kali tetapi tidak ada kecocokan karena terbentur faktor fisik yang membuat saya menjadi masalah. Bagaimana solusinya?” Continue reading »

Apr 202011
Narasumber     : Drs. Adi Nugroho
Presenter      : Aulya Idris

“Saya seorang istri. Bagaimana cara menyikapi omongan-omongan yang kurang enak dari suami, mengingat bila saya mendengar omongan-omongan yang kasar biasanya saya langsung menjadi lungkrah, lemah, dan tidak bergairah untuk melakukan aktifitas?” Continue reading »

Apr 132011

Narasumber     : Drs. Adi Nugroho

Presenter        : Aulya Idris

“Saya seorang istri. Saya mempunyai suami yang sangat pendiam, jadi kalau berkomunikasi dengan suami pasti lewat sms padahal kondisi keduanya (saya dan suami) berada di dalam satu lokasi yang sama (sama-sama dirumah). Pertanyaan-pertanyaan seperti ‘sudah sarapan apa belum?’ atau ‘sudah makan siang di sekolahan apa belum?’ dsb juga terlontarkan lewat sms (tidak secara langsung). Saya juga sampai heran, apalagi putra kami juga sudah empat(sudah lama berumah tangga). Memang suami saya orangnya terlalu pendiam, terkadang dengan pendiamnya tersebut saya menjadi takut sehingga mengira ‘apa jangan-jangan suami saya marah dengan saya?’ padahal ternyata tidak  marah, bahkan sampai ke “hubungan” pun juga sms. Bagaimana cara merubah agar suami bisa mau bicara atau “bagaimana” (tidak terlalu pendiam)?”

Continue reading »

© 2008 mtafm Suffusion theme by Sayontan Sinha