Pengajian ahad pagi (jihad pagi) yang biasa digelar di gedung pengajian MTA Jl. Ronggowarsito, kali ini 26 Juni 2011 dialihkan di lapangan kota barat karena pada saat yang sama di tempat tersebut diselenggarakan event nasional berupa expo produk Indonesia dalam rangka Konggres Kebangkitan Ekonomi Indonesia. Seretentan kegiatan diawali dengan parade atau pawai ribuan masa untuk kampanye beli Indonesia yang dimulai dari Balai Kota, setibanya di lapangan kota barat dilanjutkan dengan deklarasi bersama Beli Indonesia yang diikuti berbagai tokoh nasional dari kalangan cendekiawan, ulama, pengusaha termasuk Guruh Soekarno Putra.

Acara berikutnya yang senantiasa ditunggu warga MTA adalah tausyiah atau pengajian ahad pagi yang dilaksanakan seperti biasanya walaupun lokasinya di lapangan kota barat. Dalam tausyiahnya Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina menyerukan kepada khususnya warga MTA dan umumnya warga negara Indonesia agar berusaha untuk merubah nasib bangsa ini untuk menuju kebangkitan Indonesia salah satunya dengan membeli produk bangsa sendiri yaitu produk Indonesia. Untuk melaksanakan hal tersebut tentu harus dimulai dari diri sendiri dan mulai sekarang ini. Semoga dengan kegiatan semacam itu dapat ditindaklanjuti dengan baik sehingga bisa membawa kebangkitan ekonomi bangsa Indonesia yang sangat kaya raya ini.

Mungkin sudah biasa kita mendengar atau menyimak pembicaraan tentang orang-orang di luar agama Islam yang kemudian menjadi seorang muslim lalu memberikan kesaksian di mana-mana. Hanya saja yang satu ini agak beda karena kesaksiannya bisa membuat orang kaget, tersinggung dan mungkin ada yang marah. Seorang mantan Pendeta Hindu yang bernama asli Ida Bagus  Erit Budi Finarno, SAG yang lahir di Tabanan Bali sebagai kasta tertinggi orang Hindu yaitu kasta Brahmana, sejak tahun 1995 mengganti namanya dengan Abdul Aziz setelah beliau mendapat hidayah memeluk agama Islam.

Alumni PGA dengan gelas SAG namun bukan SAG Muslim tetapi SAG Kaaafir yang saat ini telah dijuluki sebagai seorang ustdaz membeberkan tentang ajaran agama hindu yang dulu telah dianutnya secara gambalang karena disertai dengan dalil-dalil dari kitab Weda. Dari paparan yang beliau sampaikan mungkin ada sebagian umat Islam ini yang kaget, tersinggung atau bahkan marah karena beliau sampaikan bahwa ritual-ritual yang selama ini banyak dikerjakan umat Islam ternyata telah dulu dikerjakan oleh umat Hindu yang memang disebutkan dalam Kitab suci agama mereka. Namun demikian bagi umat Islam yang mau mengkaji agama ini dengan benar berdasarkan Al-qur’an da sunnah tentu tidak usah bingung dan tidak usah kaget, namun seharusnya semakin yakin untuk meninggalkan segala macam ritual yang selama ini dikerjakan namun tidak pernah diperintahkan di dalam Al-qur’an maupun As-Sunnah tetapi malah diperintahkan di dalam kitab Weda yang bukan kitab sucinya umat Islam.

Seperti apa paparan ustadz yang satu ini silahkan simak dalam rekaman berikut.

Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) kembali meresmikan salah satu perwakilannya di Lapangan Hitam Sekolah Polisi Negara (SPN), Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 7 Desember lalu. Peresmian MTA Perwakilan Bandung Barat ini setidaknya menjadi pengingat bagi kita bersama. Betapa tidak, perwakilan MTA yang ada di kabupaten yang baru berdiri 2 Januari 2007 lalu itu diresmikan tepat di tahun baru Hijriah, 1 Muharram 1432 H.

Sebagaimana yang diungkap oleh Ketua Umum MTA Pusat Surakarta, Al-Ustadz Drs.Ahmad Sukina dalam tausiahnya, memasuki tahun baru, bukan lantas kita bersenang-senang, bahkan merayakannya dengan upacara yang sarat akan kemusyrikan, tetapi kita justru memanfaatkannya untuk kembali merenung, sudah siapkah kita menghadapi maut?.

”Tambahnya bilangan tahun, pada hakikatnya makin dekat kita ke kubur, makin dekat kita pada kematian, jadi hidup kita di dunia sudah dipotong satu tahun lagi,” tegas beliau.

Continue reading »

Gedung Olah Raga Praja Raksaka sesak dijejali oleh ribuan jamaah. Di tengah suara gemuruh hujan yang mengguyur, semangat mereka untuk seksama mendengarkan tausiah tak jua surut. Alhamdulillah, gedung yang beralamat di Jalan By Pass Ngurah Rai ini mampu menampung seluruh jamaah. Setidaknya, mereka terlindungi oleh gemericik air hujan yang membasahi wilayah Kepaon, Denpasar, Bali itu. Inilah sekelumit cerita di balik berlangsungnya Tabligh Akbar dalam Rangka Peresmian MTA Perwakilan Bali, Sabtu, 6 Nopember lalu.

Meski mundur satu jam dari waktu yang dijadwalkan, namun semangat mereka tak juga pupus. Mereka tetap menanti hingga acara tabligh akbar ini dilangsungkan. Sesuai rencana awal, acara ini memang dijadwalkan akan dimulai pukul 09.00 WITA, namun Allah justru berkehendak lain. Rombongan MTA Pusat, termasuk Ketua Umum MTA Pusat Surakarta, Al-Ustadz Drs.Ahmad Sukina, sempat terkendala masalah transportasi dalam perjalanannya menuju Bali.

Continue reading »

Media massa baik elektronik maupun cetak akhir-akhir ini banyak yang memberitakan kabar tentang kenakalan remaja, konflik antar masyarakat, antar kelompok, antar suku dan lain sebagainya. Ini menandakan bahwa akhlak bangsa bukan semakin baik, tetapi justru mengalami penurunan. Demikian diungkap oleh Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Jakarta, KH.Amrullah Ahmad pada pengajian akbar dalam rangka peresmian 3 Cabang MTA Perwakilan Ngawi, di lapangan Kecamatan Karangjati, Ngawi, Sabtu (2/10).

Amrullah menyayangkan para penegak hukum yang kurang berfungsi dengan baik, sehingga masyarakat berusaha menyelesaikan masalah di luar koridor hukum. Oleh karena itu, katanya, Majelis Ulama Indonesia berharap para penegak hukum baik dari kalangan kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan seterusnya haruslah benar-benar bisa menegakkan hukum dalam menghadapi persoalan masyarakat.

Continue reading »

Untuk ke sekian kalinya MUI Pusat diberikan kesempatan untuk meresmikan perwakilan atau cabang MTA dan sekaligus memberikan tausyiah dalam pengajian akbar, dan kali ini ketua MUI Pusat yang hadir pada peresmian MTA Banyumas yang diselenggrakan di kota Purwokerto adalah Dr. KH. Amrullah Ahmad. Dalam Tausyiahnya beliau tegaskan kemablia bahwa MTA adalah merupakan bagian dari MUI, di mana MUI merupakan tenda bagi seluruh umat Islam yang ada di Indonesia, karena itu MUI akan terus menyertai MTA dalam mengembangkan dakwahnya.
Dalam ceramahnya eliau sampaikan bahwa, ketika perkembangan dakwah sudah sedemikian besarnya, maka tabligh yang disampaikan oleh ustadz kemudian menjadi sebuah jamaah yaitu kelompok yang mempunyai cita-cita yang sama, tujuan yang sama dan cara-cara pengamalan yang sama, maka dari itu tepatlah apa yang dikatakan sahabat Umar, ” Tidak ada Islam tanpa adanya Jama’ah, tidak ada Jama’ah tanpa adanya pemimpin, dan tidak ada pemimpin tanpa adanya ketaatan”.
Jama’ah yang dibangun oleh MTA inilah kedepan akan semakin besar dan menyebar di seluruh tanah air ini.

Continue reading »

Jul 102010

Purwokerto (10/07/10)
Di suatu kota yang sangat terkenal dengan perguruan tinggi negeri Universitas Jendral Sudirman dan juga dikenal dengan obyek wisata Batu Raden, MTA Perwakilan kabupaten Banyumas diresmikan oleh ketua MUI Pusat bersamaan dengan pengajian akbar yang diselenggarakan di GOR Satria Purbalingga di kota Purwokerto pada hari Sabtu tanggal 10 Juli 2010. Pelantikan pengurus MTA perwakilan Banyumas dilakukan oleh ketua umum MTA Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada masing-masing : Sumardi, SPd sebagai Ketua I, Ahmad Supono sebagai ketua II, Gunawan SPd sebagai Sekretaris I, Sudarno sebagai Sekretaris II dan Tukino selaku Bendahara.

Continue reading »

Bagi masyarakat Wonogiri sepanjang perjalanan Wonogiri kota hingga obyek wisata waduk Gajah Mungkur pada hari Senin 21 Juni 2010 dibikin heran dengan banyaknya rombongan mobil pribadi maupun bis-bis yang besar dan kecil memadati jalan yang membikin macet yang luar biasa, karena pada saat itu sedang dilangsungkan pengajian akbar dalam rangka peresmian 6 cabang yayasan MTA di kabupaten Wonogiri tepatnya di lokasi obyek wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Diperkirakan puluhan ribu warga MTA berdatangan ke lokasi yang sangat dikenal tersebut guna menghadiri dan menyaksikan peresmian sebanyak 6 cabang di Wonogiri masing-masing : Selogiri, Wonogiri Kota, Manyaran 2, Slogohimo, Wuryantoro, dan Bulukerto. Pengukuhan pengurus keenam cabang tersebut ditandai dengan peyerahan SK pengurus oleh Ketua Umum MTA Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina dan menandai peresmian keenam cabang tersebut dengan penekanan tombol sirene sekaligus pembukaan papan nama oleh ketua MUI Dr. KH. Amrullah Ahmad. Dengan diresmikannya keenam cabang yang ada di kabupaten Wonogiri tersebut menjadikan cabang MTA di Wonogiri berjumlah 15 cabang dan keseluruhan MTA berjumlah 187 Cabang MTA yang tersebar di 35 Perwakilan di seluruh Indonesia.

Continue reading »

Boyolali (14/06/2010), salah satu binaan yang ada di wilayah MTA Perwakilan Boyolali tepatnya Binaan MTA di kecamatan Banyudono mengadakan pengajian umu yang menghadirkan ketua umum MTA Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina. Pengajian umum yang digelar pada siang hari pada tanggal 14 Juni 2010 bertempat di rumah Bp. Darmadi di desa Dukuh Kecamatan Banyudono yang juga merupakan tempat pengajian rutin MTA Binaan Banyudono dan tidak jauh dari obyek wisata yang terkenal pemandian “Pengging”. Ketua Perwakilan MTA Boyolali menyampaikan bahwa pengajian ini diprakasai oleh binaan-binaan MTA di Boyolali yang berjumalh 12 binaan yang sangat ingin menghadirkan Al-ustadz, juga diundang warga masayarakat dan para pengurus ta’mir masjid di desa Dukuh kecamatan Banyudono.

Pada kesempatan tersebut Al-ustadz menjabarkan tentang apa yang selalu kita mohon di dalam setiap sholat kita yaitu ketika kita membaca Al-fatehah, maka di sana ada permohonan untuk ditunjukkan jalan yang lurus yaitu “Shirothol Mustaqiim” dan juga permohonan agar diberi nikmat sebagaimana orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah.
Kebanyakan dinatara umat Islam yang sangat rajin memohon di dalam Al-fatehah tersebut tidak paham bahwa Shirothol Mustaqiim itu sebetulnya telah diturunkan oleh Allah sejak ribuan tahun  yang lalu yaitu Al-qur’an, sebagaimana Allah jelaskan di salam Surat Al-An’aam ayat 153, “dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”. [QS.6:153]

Continue reading »

Sekitar 45 ribu jamaah menghadiri pengajian akbar dalam rangka peresmian cabang-cabang MTA Perwakilan Sukoharjo, di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo, Ahad (9/05). Di antara cabang-cabang MTA yang diresmikan tersebut adalah MTA Cabang Baki 1, Cabang Weru 2, Cabang Polokarto 3, Cabang Polokarto 4, Cabang Mojolaban 2, Cabang Bulakrejo, Cabang Kartasuro 2 dan Cabang Grogol 8.

Menurut ketua panitia Drs.Suwarto, MPd mengatakan bahwa dengan diresmikannya 8 Cabang MTA di Perwakilan Sukoharjo ini, maka ada 33 Cabang MTA yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Dengan demikian, MTA sudah memiliki 181 Cabang MTA yang tersebar di seluruh Indonesia.

Continue reading »

© 2008 mtafm Suffusion theme by Sayontan Sinha