Aug 232010

Narasumber       : Ir. Tiyono
Announcer        : Isna Taskia

“Bagaimana mempercepat berbuah untuk tanaman petai?”

Tanaman petai kalau kondisi lingkungannya kurang bagus maka memang kurang bagus untuk berbuah, kemudian apabila daunnya terlalu rimbun dan rantingnya terlalu banyak maka dikurangi saja, karena kerimbunnan daun dan terlalu banyaknya ranting itukah yang menyebabkan lambat berbunga dan berbuah. Saran kami, pohon diikat dengan kawat yang erat (kawatnya yang besar), jangan dipupuk urea karena pupuk urea hanya mendukung tanaman agar tampak hijau saja tapi tidak mendukung untuk tanaman berbunga dan  berbuah sebaiknya dipupuk TSP dan KCL setiap pohon ¼ kg tiap 2-3 minggu sekali.

Continue reading »

Aug 162010

Narasumber   : Ir. Triyono
Announcer    : Isna Taskia

  • Ida-Merauke

    “Mempunyai pohon mangga namun terkena penyakit putih-putih yang sangat banyak pada mangga tersebut. Bagaimana cara mengatasinya?”

Itu sebetulnya hama yang disebut kutu. Kutu sebenarnya membawa lilin yang dapat mengotori daun-daun bahkan bisa membuet warna menjadi hitam. Jadi itu bukan penyakit, namun kutu yang harus diberantas.
Kutu dapat diberantas dengan peptisida alami. Bahannya hanya 3 siung bawang putih yang dihaluskan kemudian ditambah 1 sdm minyak cat (untuk perekat) lalu didiamkan dua hari dua malam, setelah itu disaring, ditambah air 10 liter, 1 sdm deterjen kemudian diaduk-aduk dan langsung sudah bisa digunakan untuk memberantas kutu, ulat, atau pun jamur. Interval penggunaannya 10 hari sampai dua minggu.
Atau
Ambil cabe rawit 100 gram ditumbuk dan ditambah satu liter air. Biarkan sehari semalam kemudian disaring. Setelah itu, cairannya saringan tadi ditambah tiga liter air dan tiga sendok solar, diaduk, dan langsung bisa disemprotkan ke daun yang terkena kutu. Interval penggunaannya 10 hari, paling cepat satu minggu.

Continue reading »

May 242010

Narasumber   : Ir. Triyono
Presenter      : Isna Tazkia

“Penyakit Kresek atau daun kering pada padi serta penyebab dan obatnya?”
Jadi yang perlu diketahui ciri-ciri penyakit Kresek itu awalnya terjadi bercak-bercak kuning seperti garis di pinggir di tepi daunnya lama-lama menengah-menengah begitu sampai akhirnya menjelang lebih parah itu kuning dulu, setelah kuning lalu menjadi kering seperti daun yang sudah kering, itu gejalanya. Ini disebabkan terutama karena terlalu banyaknya hujan di lingkungan itu dan sinar matahari kurang begitu banyak sehingga perkembangan dari penyakit Kresek itu begitu cepat. Bagaimana cara menanggulanginya? sampai sekarang belum ada yang betul-betul memberantas dengan baik. Caranya hanya suatu pencegahan yang terpenting yaitu dengan cara kalau belum terlanjur sebelumnya cari benih atau bibit yang tahan Kresek, itu bibitnya diantaranya adalah Cisadane, Kruwing Aceh, Semeru. IR64 itu agak tahan namun masih terkena. Jadi lingkungannya harus dibuat seminimal mungkin asal tempat tidak lembab.

Continue reading »

May 102010

Narasumber    : Ir. Triyono
Announcer     : Isna Taskia

Pestisida untuk pertanian khususnya untuk memberantas wereng, sundhep, dan tikus dari obat alami.
Diulang-ulang seperti ini karena ini penting sekali dan Indonesia sudah pernah beberapa kali dilanda hama wereng secara besar-besaran (luas) sehingga kerugian Indonesia banyak sekali dan para petani rugi banyak karena tanamannya ludes tidak bisa dipanen. Begitu juga dengan tikus, tikus juga tidak mudah diberantas. Sundhep juga sulit diberantas terutama pada areal padi yang selalu ada airnya. Jadi kalau begini  menghilangkan sundhep maka gilir beberapa jenis tanaman saja, namun kadang petani eman-eman “ada air banyak kok tidak dimanfaatkan” oleh sebab itu perlu kita sikapi dengan pestisida atau obat-obat alami ini yang begitu mudah di dapat, namun  demikian kalau tidak diperhatikan itu tidak mudah memberantasnya.

Continue reading »

May 032010

Narasumber        : Ir. Triyono
Presenter           : Isna Taskia

Tanaman pepaya di wilayah Solo ini sebenarnya sudah populer sekali. Namun banyak sekali tanaman pepaya yang punah karena diserang hama.
Tanaman pepaya ini bisa tumbuh bagus dengan benih dari pohon yang sehat, dari jenis unggul dan buahnya yang bagus.
Yang dipakai untuk ditanam 2/3 buah di bagian ujung (bukan pangkal). Lendirnya dibersihkan dengan air sedikit yang ditambah abu dapur, diremas-remas sampai bersih, kemudian dibilas dengan air sampai lendirnya hilang.

Continue reading »

Apr 262010

Narasumber       : Ir. Triyono
Presenter          : Isna Taskia

Tambahan bebarapa musuh alami dan sekaligus pestisida alami untuk hama-hama seperti  wereng, tikus , dan penggerek batang. Sejak lama dan sampai sekarang pun masyarakat petani tidak gampang untuk mengendalikannya, kalau kita mau berusaha untuk menghilangkan dan tidak menganggu musuh alami dengan obat-obatan kimia yang kita beli dari toko karena dapat mematikan musuh-musuh alami seperti laba-laba pemburu, capung jarum, kepik, belalang tanduk, kumbang tanah. Semuanya itu hampir habis karena kita selalu menggunakan pestisida kimia. Sebetulnya Allah sudah menyediakan dan mengatur keseimbangan dan semuanya itu, namun hanya kitanya saja yang mungkin kurang mengerti dan tahu kalau sebenarnya itu semua membantu manusia untuk memakan hama-hama yang menyerang tanaman kita.

Continue reading »

Apr 192010

Narasumber     : Ir. Triyono
Presenter           : Faradilla

Pestisida yang dibuat dari Nimba dan Gamal musuh alami dan pestisida alami hama wereng, penggerek batang (sundhep), tikus. Sebetulnya ini mencakup seluruh hama. Tiga hama ini merupakan musuh petani sawah yang sejak dulu susah untuk dikendalikan. Karena kalau kita sering memberantas dengan pestisida kimia dari toko, memang membelinya mudah, tapi resikonya yang tidak baik. Pestisida yang kita buat dari Nimba diantaranya bisa kita ambil dari bunganya, daunnya, atau batangnya. Bisa juga menggunakan Gamal (Kliriside itu seperti mirip-mirip Glodogkan), itu bisa memberantas tikus dengan efektif, Nimba juga merupakan satu tanaman yang bagus sekali.  Nimba bisa untuk memberantas hama. Sebetulnya Nimba atau Gamal itu tidak membunuh musuh alami. Nimba itu kelebihannya kalau kita sebut, ada obat kontak dan obat sistemik (mempunya kelebihan kalau kita semprotkan kedaun itu bisa mengalir keseluruh bagian tanaman). Seluruh bagian tumbuhan Nimba bisa untuk pestisida alami. Kalau kita banyak menggunakan Mindi itu justru bisa meracuni konsumen (manusia).

Mitra Tani

Edisi                     : Senin, 12 April 2010

Tema                   : Musuh Alami Hama Wereng dan Beberapa Hama yang Lain

Narasumber           : Ir. Triyono

Presenter              : Isna Taskia

Mengajak untuk kembali melihat atau memperhatikan musuh alami berbagai jenis hama yang menyerang tanaman kita khususnya tanaman padi, khususnya lagi mengenai hama wereng, sundep, tikus, karena tiga hama ini yang sering menyerang. Indonesia pernah terserang hama Wereng Coklat dan dalam waktu 2-3 hari tanaman ludes terserang hama. Kalau kita tidak segera bertindak maka kita akan kesulitan dengan hama yang menyerang padi kita. Musuh alami sebetulnya adalah membantu manusia, jadi jangan dibasmi dengan obat-obat kimia.

Beberapa musuh alami yang ada itu diantaranya adalah laba-laba pemburu (memburu wereng saja), nah itu sering kita tidak mengerti, kita berpikiran “laba-laba di sawah…jangan-jangan mau jadi hama” kemudian kita semprot..ya mati…nah malah itu werengnya yang berkembang. Ada juga namanya capung (kinjeng jarum), kinjeng kecil dan sungutnya itu juga kecil, sehingga namanya disebut dengan capung jarum,  sebetulnya itu juga musuh alami hama wereng. Selain itu masih ada yang lainnya yaitu Kepinding Tanaman.

Obat-obat memberantas hama yang alami, yaitu Nimba dan Mindi baik itu buahnya, kulitnya, batangnya, daunnya dapat kita gunakan untuk memberantas hama, tidak hanya hama saja namun juga bisa untuk memberantas penyakit atau cacing tanah..

Sebetulnya sangat bagus kalau kita mau menggunakan obat-obat alami, dan obat-obat alami ini tidak berbahaya seperti obat-obat kimia.

Apr 052010

Narasumber     : Ir. Triyono
Presenter          : Isna Taskia

Cara pembuatan pupuk kompos secara cepat pupuk atau pupuk alam pada umumnya. Semuanya itu merupakan unsur yang sangat penting untuk kesuburan tanah.
Pembuatannya ada yang tradisional 1-1,5 bulan (baru jadi), untuk mempercepat pupuk kompos supaya segera dipakai dan juga hasilnya bagus, bagaimanapun juga dengan kecepatan kita harus mempertahankan kualitasnya.

Pertama, siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Daun-daun yang harus disiapkan (sisa-sisa makanan ternak), hampir semua makan ternak bisa karena mengandung kandungan nutrisi yang bagus untuk tanaman, disamping itu kita juga menyiapkan arang sekam (satu kaleng), dedak yang halus (satu kaleng), kotoran ternak dan karena daunnya masih utuh maka dipotong-potong terlebih dahulu (dicacah) paling panjang 2,5 cm, kemudian dicampur jadi satu. Setelah itu membuat tetes tebu, kalau tidak ada, kita bisa buat dari gula merah diencerkan kira-kira dua liter namun kita ambil lima sendok saja, kemudian EM4 (starter yang bisa kita beli). Kita ambil 5 sdm, kmdian kita siapkan air, kita campur dengan 10 liter air.

Continue reading »

Mar 292010

Mitra Tani

Tema                : Bercocok Tanam Tomat

Edisi                 : Senin, 29 Maret 2010

Narasumber     : Ir. Triyono

Presenter          : Isna Taskia

Bagaimana cara pembibitan tomat?

Tanaman tomat adalah salah satu jenis sayuran yang banyak digemari orang karena

rasanya enak, segar dan sedikit asam. Mengandung banyak vitamin A, C dan sedikit

vitamin B.

Perlu diketahui menanam tomat itu tidak sulit

Bibit, mencari benih dari buah-buah yang mempunyai kualitas bagus dan sehat (tidak ada hama penyakit), bisa diperoleh dari supermarket. Tomat kita belah dan kita ambil bijinya, bisa dicuci dengan air campur abu kayu, airnya jangan terlalu banyak atau bisa di rendam saja di dalam air 2-3 hari atau dua malam saja, dicuci sampai betul-betul lendir bijinya hilang, dikeringkan diangin-anginkan saja, angan dikeringkan di bawah terik matahari.

Setelah kering sekitar 7% atau 8% langsung kita tanam ke lahannya atau dengan polyback yang ukurannya kecil-kecil tingginya 10 cm, lebar 5 cm. Plastiknya kita lubangi kalau kita siram polybacknya supaya airnya tidak menggenang, yang terpenting secukupnya tidak sampai kering, jangan sampai tergenang, yang penting basah.

Tanah diolah dengan cangkul sedalam 30 – 40 cm dan kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 100 – 400 cm. Pada bedengan dibuatkan lubang tanaman dengan jarak dalam barisan 50 – 60 cm dan jarak antara barisan 70 – 80 cm setiap lubang diberi pupuk kandang 0,5 – 1 kg atau ± 20 ton/ha. diperhitungkan setiap lubang itu pupuk komposnya sebanyak 2kg, TSPnya 10 gram, dan supaya lahannya tidak tergenang maka dibuat bedengan-bedengan tingginya 15 cm, panjang lebarnya secukupnya dengan maksud jaraknya menanam tomat itu 70-80cm.

Yang terpenting pada pembibitan, pada saat pemeliharaan bibit, kita beri atap miring menghadap ke timur (pakai jerami atau papan juga bisa) supaya dapat sinar matahari pagi), yang bagus kalau mesin penghujan dibuat gulutan-gulutannya itu tinggi. supaya tidah tergenang denagn air, selain disirami ada pemupukan dan penyiangan.

Perlu juga ada penyulaman, 7-15 hari bisa disulam tapi kalau tanamannya mati karena penyakit itu, mestinya jangan disulam karena nanti akan menular pada yang lainnya. Setiap kali menjelang memupuk kita siangi dulu kemudian dipupuk. Pemupukan cuma 3x, untuk perbatang untuk pertama 2 gram, yang ke-3 (2-3 minggu) 5gram, yang terakhir minggu ke-4 bisa 7 gram, begitu makin tua diharapkan cara memupuknya agak menjauh dari batang. Setelah tingginya 20cm maka diberi ajir dari bambu kira2 tingginya 150cm-170cm, setiap 20 cm di ikatkan.

© 2008 mtafm Suffusion theme by Sayontan Sinha