Mitra Tani
Tema : Bercocok Tanam Tomat
Edisi : Senin, 29 Maret 2010
Narasumber : Ir. Triyono
Presenter : Isna Taskia
Bagaimana cara pembibitan tomat?
Tanaman tomat adalah salah satu jenis sayuran yang banyak digemari orang karena
rasanya enak, segar dan sedikit asam. Mengandung banyak vitamin A, C dan sedikit
vitamin B.
Perlu diketahui menanam tomat itu tidak sulit
Bibit, mencari benih dari buah-buah yang mempunyai kualitas bagus dan sehat (tidak ada hama penyakit), bisa diperoleh dari supermarket. Tomat kita belah dan kita ambil bijinya, bisa dicuci dengan air campur abu kayu, airnya jangan terlalu banyak atau bisa di rendam saja di dalam air 2-3 hari atau dua malam saja, dicuci sampai betul-betul lendir bijinya hilang, dikeringkan diangin-anginkan saja, angan dikeringkan di bawah terik matahari.
Setelah kering sekitar 7% atau 8% langsung kita tanam ke lahannya atau dengan polyback yang ukurannya kecil-kecil tingginya 10 cm, lebar 5 cm. Plastiknya kita lubangi kalau kita siram polybacknya supaya airnya tidak menggenang, yang terpenting secukupnya tidak sampai kering, jangan sampai tergenang, yang penting basah.
Tanah diolah dengan cangkul sedalam 30 – 40 cm dan kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 100 – 400 cm. Pada bedengan dibuatkan lubang tanaman dengan jarak dalam barisan 50 – 60 cm dan jarak antara barisan 70 – 80 cm setiap lubang diberi pupuk kandang 0,5 – 1 kg atau ± 20 ton/ha. diperhitungkan setiap lubang itu pupuk komposnya sebanyak 2kg, TSPnya 10 gram, dan supaya lahannya tidak tergenang maka dibuat bedengan-bedengan tingginya 15 cm, panjang lebarnya secukupnya dengan maksud jaraknya menanam tomat itu 70-80cm.
Yang terpenting pada pembibitan, pada saat pemeliharaan bibit, kita beri atap miring menghadap ke timur (pakai jerami atau papan juga bisa) supaya dapat sinar matahari pagi), yang bagus kalau mesin penghujan dibuat gulutan-gulutannya itu tinggi. supaya tidah tergenang denagn air, selain disirami ada pemupukan dan penyiangan.
Perlu juga ada penyulaman, 7-15 hari bisa disulam tapi kalau tanamannya mati karena penyakit itu, mestinya jangan disulam karena nanti akan menular pada yang lainnya. Setiap kali menjelang memupuk kita siangi dulu kemudian dipupuk. Pemupukan cuma 3x, untuk perbatang untuk pertama 2 gram, yang ke-3 (2-3 minggu) 5gram, yang terakhir minggu ke-4 bisa 7 gram, begitu makin tua diharapkan cara memupuknya agak menjauh dari batang. Setelah tingginya 20cm maka diberi ajir dari bambu kira2 tingginya 150cm-170cm, setiap 20 cm di ikatkan.
Komentar Anda