Untuk ke sekian kalinya MUI Pusat diberikan kesempatan untuk meresmikan perwakilan atau cabang MTA dan sekaligus memberikan tausyiah dalam pengajian akbar, dan kali ini ketua MUI Pusat yang hadir pada peresmian MTA Banyumas yang diselenggrakan di kota Purwokerto adalah Dr. KH. Amrullah Ahmad. Dalam Tausyiahnya beliau tegaskan kemablia bahwa MTA adalah merupakan bagian dari MUI, di mana MUI merupakan tenda bagi seluruh umat Islam yang ada di Indonesia, karena itu MUI akan terus menyertai MTA dalam mengembangkan dakwahnya.
Dalam ceramahnya eliau sampaikan bahwa, ketika perkembangan dakwah sudah sedemikian besarnya, maka tabligh yang disampaikan oleh ustadz kemudian menjadi sebuah jamaah yaitu kelompok yang mempunyai cita-cita yang sama, tujuan yang sama dan cara-cara pengamalan yang sama, maka dari itu tepatlah apa yang dikatakan sahabat Umar, ” Tidak ada Islam tanpa adanya Jama’ah, tidak ada Jama’ah tanpa adanya pemimpin, dan tidak ada pemimpin tanpa adanya ketaatan”.
Jama’ah yang dibangun oleh MTA inilah kedepan akan semakin besar dan menyebar di seluruh tanah air ini.

Beliau mengajak agar kaum muslimin berjama’ah dan saling tolong menolong untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar. Nah untuk itu maka sayariat Islam harus bisa menjadi hukum posisitf yang mengatur kehidupan kita. Hal ini terbukti ketika Rasulullah masih di Mekah dengan tatanan kehidupan yang bukan syariat islam, maka sangat sulit untuk menyebarkan Islam, setelah hijrah di Madinah dan menerapkan syariat Islam pada tatanan kehidupan bernegara, maka dalam waktu 10 tahun Islam sudah bisa tersebar di berbagai negara.
Oleh karena itu agar kita bisa menjalankan ibadah dengan baik dan bisa untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar, maka syariat Islam ini harus bisa diterapkan dalam kehidupan kita bahkan dalam hukum positif negara ini.

Pada kesempatan ini ketua MUI memberikan apresisi atas cara qurban yang dilakukan ole MTA ini, beliau katakan tidak ada di Indonesia ini qurban yang seperti dilakukan oleh MTA, menyembelih 5000 ekor kambing bisa dibagi dengan tertib tanpa ada yang sakit atau bahkan mati hanya sekedar untuk mendapatkan dagingnya. Inilah sebuah contoh bahwa Islam ini harus dijalankan dengan jama’ah. Makanya kalau islam ini dikaji tanpa dengan jama’ah dan tidak diamalkan dalam jam’ah itu, maka kajian-kajian yang ada bagaikan seminar-seminar pada umumnya.

Beliau sampaikan juga bahwa orang-orang yang bisa taat kepada Allah dan Rasul yaitu Al-qur’an dan sunnah, maka orang-orang itulah yang bakalan mendapatkan Rahmat dari Allah SWT, tetapi kalau sebaliknya tidak taat kepada Allah dan Rasul, maka yang didapat adalah Laknat Allah.

One Response to “MUI menyertai MTA dalam mengembangkan dakwah”

  1. Alhamdulillah MTA menjadi pelopor kehidupan secara Islami,baik dalam pengamalan agama maupun praktek hub. sesama Muslim.Semoga Alloh memberi pertolongan demi tegaknya syiar Islam,meski byk hambatan dr kaum Muslim sendiri.

Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
© 2008 mtafm Suffusion theme by Sayontan Sinha