Narasumber : Ir. Triyono
Announcer : Isna Taskia
Pestisida untuk pertanian khususnya untuk memberantas wereng, sundhep, dan tikus dari obat alami.
Diulang-ulang seperti ini karena ini penting sekali dan Indonesia sudah pernah beberapa kali dilanda hama wereng secara besar-besaran (luas) sehingga kerugian Indonesia banyak sekali dan para petani rugi banyak karena tanamannya ludes tidak bisa dipanen. Begitu juga dengan tikus, tikus juga tidak mudah diberantas. Sundhep juga sulit diberantas terutama pada areal padi yang selalu ada airnya. Jadi kalau begini menghilangkan sundhep maka gilir beberapa jenis tanaman saja, namun kadang petani eman-eman “ada air banyak kok tidak dimanfaatkan” oleh sebab itu perlu kita sikapi dengan pestisida atau obat-obat alami ini yang begitu mudah di dapat, namun demikian kalau tidak diperhatikan itu tidak mudah memberantasnya.
Bagaimana cara membuat pestisida alami terutama untuk hama wereng? periodenya 5-10 tahun wereng itu muncul.
Pertama kita harus mempunyai tanaman Mimba (Nimba/ Imba), namun juga perlu diketahui ada ,tanaman Mindi yang mirip dengan tanaman Mimba.
Sebenarnya tanaman Mimba itu khasiatnya banyak sekali, hampir segala hama penyakit bisa diberantas dengan tanaman Mimba ini baik itu daunnya, batangnya, kulitnya, bijinya, dll. Mindi hanya terbatas bisa digunakan untuk membarantas hama namun hanya tertentu saja.
Caranya bagaimana?
Pertama kita menyediakan daun Mimba ini 1 kg, rumput syntronela (rumput yang biasa digunakan untuk makanan ternak) 1kg, kencur 1kg. Kemudian semua bahan kita cacah kecil-kecil lalu dicampur, setelah itu direndam dalam air kira-kira 10 liter (direndam kira-kira sehari semalam). Langkah selanjutnya, kita saring. Nah, dari ekstrak tadi setelah kita rendam selama kira-kira sehari semalam, lalu kita ambil sebagian saja misalnya kita ambil 1 liter atau beberapa liter saja kemudian diencerkan dengan air lagi dengan perbandingan 1:15 nah itu baru bisa kita gunakan, jadi memang ngirit sekali dan karena ini obat alami jadi harus kita tambah perekat dengan sabun diterjen kira-kira 1sdm nah, itu bisa langsung kita gunakan. Obat ini adalah obat alami jadi paling tidak dalam jangka 1 minggu bisa kita gunakan (dihabiskan). Tidak hanya untuk mematikan wereng coklat saja, belalang, kutu, ulat, dsb pun juga bisa.
Berikutnya adalah tikus, tikus ini tidak gampang memberantasnya, tikus juga bisa lari ke mana-mana, bisa berkembang biak dengan cepat. Kalau untuk tikus ini kita menyediakan daun Kliriside (Gamal). Tanaman Gamal juga banyak yang menyebut dengan nama pohon Jaranan (Angsana). Pohon Kliriside ini sebenarnya bukan asli dari Indonesia, sebetulnya pohon ini dari Mexico (Amerika Tengah).
Untuk memberantas tikus, ambil daun Gamal secukupnya kita giling kemudian kita campur dengan gabah padi atau beras. Perbandingannaya lebih banyak Gamalnya dari pada berasnya, dimaksudkan supaya tikus-tikus yang besar juga ikut mati.
Daun Gamal itu bisa mengusir tikus di lahan, caranya daun Gamal kita potong kemudian kita letakkan di lahan dengan cabangnya maka tikus akan pergi (lari), namun ini tidak bisa terus-menerus karena nanti akan kering sehingga kalau di lahan itu dianjurkan cuma 10-12 hari itu harus diganti.
Daun Gamal ini bisa untuk mengusir dan memberantas tikus.
Berikutnya adalah Sundhep, banyak yang mengeluh bahwa Sundhep itu sulit sekali diberantas. Sulit itu karena begitu banyak airnya eman-eman karena tidak pernah terlepas dari tanaman padi. Sundhep itu berupa ulat atau jadi kupu yang mempunyai sifat, kalau jadi ulat bisa memakan tanaman padi sampai bisa menyelinap (menyimpan diri) di bonggol (pangkal) batang padi dan bisa berbulan-bulan, itu tidak begitu gampang namun bisa disikapi dengan cairan Nimba ini.
Kita ambil dau Nimba 1kg, kita haluskan, kita beri air secukupnya masak-masak (nyemek) lalu kita simpan 2-3 hari, kemudian extrak ini kita saring dan diencerkan lagi menjadi 8 liter, nah ini bisa langsung kita semprotkan. Kalau untuk sawah tentunya 8 liter itu kurang, jadi harus kita perbanyak 20 kali atau 25 klai. Perawatan ini tidak hanya 1-2 kali namun setiap 2-3 minggu kita ulangi lagi.











Komentar Anda