May 052010

Allah berfirman dalam surat Al Ahqof ayat 15, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya. Ibunya yang telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah, menyambungnya sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan. Sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya mencapai 40 tahun, maka ia berdoa ’ya Tuhanku tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmatku yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakkku dan supaya aku dapat berbuat amal sholeh yang Engkau ridhoi. Berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku temasuk orang-orang yang berserah diri.”

Dalam kehidupan ini kita selalu menghadapi dua hal, yaitu yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Termasuk juga dalam hubungan kita dengan orang tua kita.

Orang tua kita tidak pernah merasa terkurangi hartanya ketika ia merawat anak anaknya. Ini adalah fitrah manusia. Tetapi sebaliknya anak-anak yang telah dewasa, sering merasa terganggu kalau orang tuanya meminta atau mengambil sebagian kecil dari miliknya.

Islam telah mengatur dengan sedemikian rupa hak-hak dalam hubungan anak dengan orang tua. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda yang intinya, barang siapa membuat ridho orang tuanya di pagi hingga sore hari maka ia mendapati dua pintu syurga terbuka untuknya,dan jika seorang maka satu dari pintu itu. Dan barang siapa membuat murka orang tuanya maka ia mendapati dua pintu neraka terbuka untuknya, dan bila seorang maka satu dari pintu itu. Seseorang bertanya ‘ya Rasulullah, apakah meskipun keduanya berbuat anaiaya kepadanya?’ Rasulullah menjawab, ‘meskipun keduanya berbuat aniaya kepadanya (dua kali)’

Dalam riwayat lain seseorang datang kepada nabi dan berkata, ‘sesungguhnya ayahku mengambil hartaku’. Rasulullah berkata, ‘ajaklah ayahmu kepadaku.’ Dan ketika orang itu pergi memanggil ayahnya, maka Jibril turun kepada nabi dan berkata ’Allah menyampaikan salam kepadamu dan memerintahkanmu jika orang tua itu datang kepadamu, maka tanyakanlah sesuatu kepadanya suatu ucapan yang hanya terdengar oleh telinganya dan hanya diketahui olehnya.’ Maka ketika orang tua itu datang Rasulullah bertanya kepadanya apa yang diperintahkn Allah kepadanya untuk ditanyakan. maka tahulah beliau betapa orang tua itu memendam rasa kecewa dan tidak senang akan kebengisan dan kekikiran putranya, dan marahlan beliau, dan mengatakan pada anak muda itu bahwa ia dan hartanya adalah milik ayahnya.

Rasulullah bersabda  ‘Berbuat baiklah kepada ayahmu niscaya anakmu berbuat baik kepadamu, dan besikaplah lurus, niscaya istrimu bersikap lurus kepadamu’

TANYA

Ustadz tugas seorang ayah itu kan menafkahi keluarganya, tetapi ayah saya tidak. Beliau selalu marah marah dan tidak memberi nafkah, bagaimana harusnya saya bersikap Ustadz?

JAWAB

Jaman sudah jauh berubah, kewajiban mencari nafkah itu berada di pundak laki laki, sedang wanita berkewajiban merawat keluarga di rumah. Tetapi sekarang wanitapun sudah keluar dari fitrahnya dan berebut lapangan pekerjaan di luar rumah seperti halnya laki laki. Dan jadilah lapangan pekerjaan itu lebih sempit bagi laki-laki. Maka tidak mengherankan jika kemudian kejadiannya seperti yang terjadi pada ayah saudara tadi. Dan jika sudah demikian maka tidak bisa diatasi kecuali kita kembali kepada aturan Allah dan menempatkan segala seuatunya pada porsi dan kedudukan masing-masing.

TANYA

Ustadz apakah salah jika saya selalu memaksa orang tua saya untuk melaksanakan sholat. Dulu saya pernah marah kepada bapak saya karena tidak mau ke masjid.

JAWAB

Sangat tidak sepantasnya apabila kita marah kepada orang tua. Kita harus menyampaikan ajakan dengan cara yang baik dan lemah lembut. Kita bisa membujuk dengan apa yang disenanginya. Mudah-mudahan bapak diberi kesabaran untuk terus mengajak orang tua menuju kebaikan.

TANYA

Kakak saya dulu pernah bertaubat tetapi tobatnya bohong-bohongan. Apakah kakak saya akan masuk neraka?

JAWAB

Tobat yang diterima adalah taubat nasuha, yang sungguh sungguh disertai janji dan usaha untuk tidak mengulang perbuatan buruknya dan disertai peningkatan perbuatan baik. Jika taubat bohong-bohongan ini berlanjut sampai datangnya kematian maka kita tidak bisa memastikan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

TANYA

Ustadz tetangga saya sudah tua, sudah tidak bisa bekerja dan seharusnya ditanggung oleh anak anaknya. Tetapi dia diajak oleh anak anaknya tidak mau, saya kasihan kepada mereka tapi saya tidak tahu harus bagaimana.

JAWAB

Sepanjang ibu bisa berbuat baik kepadanya sebagai tetangga, maka berbuat baiklah kepadanya sejauh kemampuan Anda. Jika dia tidak mau diajak oleh anak anaknya, tetapi anak anak tersebut memenuhi kebutuhannya, maka tidak masalah. Banyak orangtua yang merasa lebih merdeka hidup sendiri di rumahnya dari pada mengikuti anaknya. Dia merasa lebih bahagia tinggal sendiri.

TANYA

Ustadz ibu saya usia 90 tahun, pendengarannya terganggu, jadi kalau saya bicara lirih, beliau tidak dengar tetapi kalau keras dikiranya saya membentak-bentak, itu bagaimana usTadz? Yang kedua, ibu saya suka masak dengan kayu bakar, beliau sering  mencari kayu di tegalan, tetapi sering saya larang dan saya belikan kayu bakar. Apakah saya termasuk durhaka kepada orang tua, Ustadz?

JAWAB

Itulah fenomena orang tua, mereka dikembalikan kepada keadaan yang lemah dan seperti anak-anak, yang penting adalah bagaimana kita memperlakukan mereka, dan membuat senang mereka sejauh kemampuan kita dan sejauh hal itu tidak membahayakan bagi orang tua kita. Kita anggap saja semua itu sebagai ujian, karena jika kita lulus, maka bakti kita kepada orang tua bisa membawa kita kepada surga

3 Responses to “HAK ORANG TUA ATAS ANAK”

  1. Ustadz saya seorang perempuan yang sudah bersuami dan punya 2 orang anak. yang ingin saya tanyakan apakah kalau saya sudah menikah orang tua saya sudah tidak punya hak terhadap saya? apakah saya harus lebih menurut kepada suami dibandingkan dengan ibu saya? apakah kalau seorang laki-laki sudah menikah orang tuanya masih punya hak terhadap anaknya? apakah kalau anak laki-laki sudah menikah dia masih harus menuruti apapun permintaan orang tuanya? jadi adakah perbedaan hak orang tua terhadap anak laki-laki dan perempuan jika anaknya tersebut sudah menikah

    • Utk pertanyaan, silahkan bergabung dalam acara kami “Fajar Hidayah” setiap hari pukul 05.00-06.00 WIB atau program risalah pada sore harinya mulai pukul 16.00-17.00 WIB. Telpon onair (0271) 638123 atau sms 081393809000. Dan pastikan anda menyimak siaran kami.

      • Ustadz saya seorang perempuan yang sudah bersuami dan punya 2 orang anak. yang ingin saya tanyakan apakah kalau saya sudah menikah orang tua saya sudah tidak punya hak terhadap saya? apakah saya harus lebih menurut kepada suami dibandingkan dengan ibu saya? apakah kalau seorang laki-laki sudah menikah orang tuanya masih punya hak terhadap anaknya? apakah kalau anak laki-laki sudah menikah dia masih harus menuruti apapun permintaan orang tuanya? jadi adakah perbedaan hak orang tua terhadap anak laki-laki dan perempuan jika anaknya tersebut sudah menikah

Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
© 2008 mtafm Suffusion theme by Sayontan Sinha