Bertempat di lapangan sepak bola di selatan kota Purwodadi tepatnya di Depok Selatan, kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan, Yayasan Majlis Tafsir Al-qur’an (MTA) meresmikan perwakilannya yang ke-33 yaitu MTA Perwakilan Grobogan. Pada kesempatan tersebut tidak hanya meresmikan perwakilannya di kabupaten Grobogan tetapi sekaligus juga meresmikan cabang ke-167 yang ada di kabupaten Grobogan yaitu MTA Cabang Kradenan kabupaten Grobogan. Dihadapan puluhan ribu pengunjung para pengurus perwakilan ataupun pengurus cabang dilantik oleh ketua umum MTA Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan ( SK).
Menyertai Al-ustadz hadir pada kesempatan tersebut adalah Ketua MUI Kota Surakarta Dr.dr. Zaenal Arifin Adnan, SpPD KR dan ketua MUI Pusat KH. Drs. Amidan.

Usai melantik para pengurus ketua umum MTA Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina berkenan memberikan pengarahan kepada para pengurus ataupun kepada para pengunjung yang hadir, bahwa keberadaan MTA ini sudah sangat lama yaitu sejak tahun 1972 yang kegiatan utamanya adalah mempelajari Tafsir Al-qur’an, bukan menafsirkan Al-qur’an dengan tujuan agar umat Islam ini kembali kepada tuntunan yang sebenarnya yaitu Al-qur’an dan sunnah rasul, sebagaimana firman Allah : Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. [QS.57:16]

Selain itu kedatangan MTA di manapun bertujuan untuk mengkaji Al-qur’an untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari karena memang Allh sendiri yang mengatakan bahwa Al-qur’an diturunkan ini untuk dipelajari dan diamalkan sebagaimana dalam firman Allah berikut : Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. [QS.38:29].
Karena itu kegiatan MTA adalah mengkaji Al-qur’an dan diwujudkan dalam amal nyata seperti adanya kegiatan Donor darah yang sekarang ini masih berlangsung, kemudian saat ini juga relawan-relawan MTA berada di Padang Pariaman untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah gempa bumi Sumatera Barat. Pada kesempatan yang sebelumnya seperti Tsunami Aceh juga MTA mengirim relawan sebanyak 100 orang untuk evakuasi, juga relawan MTA dikirim pada musibah tanah longsor di Banjarnegara, Gempa bumi di Jogja, banjir di Pati dan lain-lain. Itu semua sebagai amal nyata atas hasil kajian yang dilakukan oleh MTA.

Sebagai ketua MUI Kota Surakarta yang tidak asing lagi dengan para peserta pengajian ahad pagi atau pendengar radio mtafm adalah Dr.dr Zaenal Arifin Adnan, SpPD KR selalu hadir pada setiap peresmian MTA dimanapun tempatnya. Pada sambutannya beliau menyampaikan suatu perumpamaan antara Kepala dan Peci, dimana Kepala buatan Allah sedangkan Peci adalah buatan manusia. Bahwa kepala yang akan dipasang peci kalau ternyata pecinya tidak cukup atau terlalu kecil, maka jangan kepalanya yang dikecilkan tetapi mestinya pecinya yang harus disesuaikan. Begitulah kalau perilaku kita yang tidak sesuai dengan Al-qur’an buatan Allah, maka jangan Al-qur’an yang kita rubah untuk disesuaikan dengan amalan kita tetapi semestinya amalan kita yang harus mengikuti Al-qur’an.

Puncak acara pengajian akbar ini adalah tausyiah dari ketua MUI Pusat dari Jakarta yaitu KH. Drs. Amidan yang datang sempat mengendarai sepeda motor bersama Al-ustadz, karena menjelang beberapa kilometer terjadi kemacetan yang luar biasa. Beliau memberkan apresiasi yang luar biasa karena banyaknya pengunjung yang datang pada pengajian akbar yaitu pengajian yang diselenggrakan oleh sekelompok orang yang berbadan hukuj resmi yang mengkaji Al-qur’an dan kalau memepelajari Al-qur’an tentu akan mempelajari juga sunnah Rasul.

Dalam tausyiahnya beliau menyampaikan bahwa Al-qur’an itu bak Matahari, kalau matahari menyinari alam raya, tetapi kalau Al-qur’an itu menyinari hidup manusia. Menurut para ahli bahwa matahari menyinari kita ini selama sekitar 8 menit, kalau terlalu cepet 1 menit saja mungkin kita bisa terbakar dan kalau terlambat 1 menit saja kita bisa beku, itu semua adalah sunatullah yang telah mengaur dengan jarak sedemikian rupa sehingga kehidupan alam raya ini menjadi normal. Demikian juga Al-qur’an itu adalah sunatullah yang akan menyinari kehidupan manusia, kalau kita terlalu jauh dengan Al-qur’an, maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan seperti banyakya orang yang mengaku nabi bahkan mengaku sebagai malaikat jibril.
Beliau tegaskan pula bahwa untuk mempelajari Al-qur’an harus mempelajari juga sunnah Nabi atau hadits, karena memang hal itu diperintahkan dalam Al-qur’an itu sendiri : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [QS.33:21].

Semoga dengan diresmikannya yayasan Majlis Tafsir Al-qur’an perwakilan Grobogan dan cabang Kradenan ini akan semakin berkembang dakwah untuk mengajak umat islam kembali kepada Al-qur’an dan sunnah di wilayah kabupaten Grobogan khususnya dan seluruh umat pada umumnya.(tik)

One Response to “MTA Grobogan Resmi menjadi Perwakilan ke-33”

  1. Alhamdulillah,smga islam yg sesuai tuntunan (MTA)berkembang dan bisa membawa perdamaian.Amiien..

Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
© 2008 mtafm Suffusion theme by Sayontan Sinha