admin

Inilah potret media kita saat ini yang dengan mudah menampilkan tayangan-tayangan yang merusak aqidah umat bangsa ini, karena apa yang ditayangankan tanpa diuji dahulu tingkat kebenarannya hanya percaya dengan apa katanya orang saja. Sebagaimana yang sudah dilihat oleh pemirsa tv di Indonesia ini bahwa ada seorang anak genderuwo yang diberi nama Wagini yang ditayangkan bersama Tukul Arwana. Ketika tayangan tersebut ditampilakan di pengajian ahad pagi MTA, maka sebagian orang ribut bahkan ada yang komplain kenapa siaran radio MTA ditumpangi oleh Tukul …?

Oleh Al-ustadz Ahmad Sukina sengaja ditayangkan rekaman suatu acara televisi yang menggambarkan seolah-olah ada manusia aneh yang merupakan anak genderuwo, padahal menurut Al-ustadz fenomena tersebut adalah dusta atau bohong belaka. Tayangan ini justru akan merusak aqidah umat Islam ini khususnya, untuk itu perlu diberikan pemahaman kepada anak-anak yang menonton tayangan tersebut agar mengetahui bahwa apa yang diceritakan tersebut tidak betul. Semoga rakyat bangsa ini tidak terlarut dalam acara-acara televisi yang merusak aqidah yang tidak membangun dan mencerdaskan bangsa ini.

Sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi akan bobroknya moral bangsa ini yang sudah merasuk ke generasi muda sebagai penerus bangsa ini, bahkan rusaknya moral generasi ini sudah terjadi pada anak-anak kecil yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kita bisa lihat di berbagai media bagaimana lima orang anak SD bisa memperkosa secara beramai-ramai terhadap temennya sendiri yang terjadi di Makasar ?  Dan kita juga bisa tahu bagaimana seorang anak SD ikut terlibat dalam pesta Minuman Keras ? Dan bahkan yang sangat memalukan umat Islam ini adalah beberapa orang anak SMA Negeri di Toli-toli yang mempermainkan gerakan sholat ?

Itu semua bisa terjadi salah satunya dikarenakan jauhnya mereka dari ajaran agama, sebab tidak ada satupun ajaran agama di negera kita ini yang memperbolehkan apa yang telah mereka lakukan. Karena itu pentingnya penanaman nilai-nilai agama kepada generasi muda ini, namun anehnya di negera kita ini kegiatan dalam rangka pengajian sering dicurigai dan bahkan dibubarkan sementara kegiatan kemaksiatan terjadi di mana-mana tidak dihiraukan. Lantas mau di bawa kemana generasi penerus kita ini ???

Apr 212013

Pengajian ahad pagi ini 21 April 2013 membuat para peserta menjadi tercengang atas apa yang dilakukan oleh satu orang yang rela menjual 3 ekor sapinya untuk mendapatkan satu jimat pada tahun 1969. Seorang bapak yang datang dari Batam merasa ditipu oleh dukun setelah dia mendengarkan radio MTAFM. Sebab sebelumnya dia begitu percaya apa yang dikatakan oleh Dukunnya sampai-sampai dia rela menjual 3 ekor sapinya untuk mendapatkan satu jimat yang dinamai Sekar Wijaya Kusuma yang kata  dukunnya bisa menghidupkan orang yang mati yang belum takdirnya, namun dalam kenyataannya jimat tersebut tidak mempunyai khasiat apa-apa. Setelah medengarkan radio MTAFM dia baru menyadari bahwa dukun tersebut telah menipunya dan dia menyadari akan kekeliruannya dan segera untuk bertobat atas kesalahannya itu yang akhirnya datang ke Jihad Pagi untuk menyerahkan jimatnya kepada Al-ustadz sebagai bukti bahwa dia sudah tidak lagi mempercayai tentang khasiat-khasiat jimat yang bisa membawanya ke dalam kemusyrikan.
Semoga dengan hadirnya di ahad pagi bisa menambah istiqomahnya di dalam jalan yang lurus yang diridloi oelh Allah.

Setelah Aktif mengkaji Al-qur’an dan sunnah yang disampaikan oleh MTA melalui radio MTAFM salah seorang pendengar dari Jerman tepatnya di Kota Hamburg Jerman datangi pengajian Ahad Pagi MTA pada tanggal 21 April 2013. Lelaki bernama Bambang Herman yang dilahirkan di Jogjakarta tersebut sudah bertahun-tahun tinggal di negeri Jerman merasa takut kalau apa-apa yang selama ini dia lakukan masuk ke dalam ranah kesyirikan karena itu dia sengaja mendatangi pengajian ahad pagi ini untuk menanyakan kepada al-ustadz tentang hal itu. Rasa kesadaran tau ketakutan akan amal perbuatannya yang dia lakukan itu setelah dia aktif mendengarkan radio MTAFM di Jerman dan membaca brosur atau materi yang diterbitkan oleh MTA yang berdasarkan Al-qur’an dan sunnah. Semoga dengan hadirnya beliau di ahad pagi akan semakin menambah istiqomah dalam mengkaji Al-qur’an dan sunnah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di negeri Jerman sebagai tempat tinggalnya saat ini.

Mar 312013

Mbah Hisyam yang lahir ketika jaman penjajahan Belanda yang mengaku pernah mempelajari ilmu black magic dan juga white magic menyadari akan kekeliruannya dan kesesatan atas apa yang dahulu pernah beliau pelajari. Menurut pengakuannya beliau pernah melakukan puasa “ngebleng” selaam 3 hari 3 malam demi mendapatkan sesuatu yang ternyata bohong belaka. Alhamdulillah berkat hidayah Allah dibukalah hati beliau sehingga kembali kepada jalan Allah yang lurus, dan sebagai bukti bahwa beliau telah meninggalkan kesesatannya itu, maka diserahkannya buku Primbon yang merupakan kitabnya perdukunan yang terbuat dari kulit dengan tulisan arab tetapi bahasa jawa.
Semoga semakin banyak orang-orang yang menempuh jalan kesesatan seperi beliau yang terbuka hatinya menerima hidayah dari Allah.

Download / Dengarkan MP3

Mar 242013

Hampir bisa dipastikan bahwa setiap orang yang mendengarkan pengajian ahad pagi 24 Maret ini merasa terharu karena adanya pengakuan seorang mantan perampok yang terbuka hatinya setelah mendengarkan radio MTAFM kemudian datang sendiri di pengajian ahad pagi. Seorang yang datang dari suatu daerah di kabupaten Sragen mengaku bahwa dirinya mantan perampok yang telah menghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, LP Pekalongngan dan terakhir LP Surakarta.

Sejak menghuni di LP Surakarta dia mendapatkan siraman rohani dari ustadz dan setiap hari dia selalu mendengarkan radio MTAFM, maka akhirnya Allah memberikan hidayah padanya sehingga menyadari akan kesalahannya dan bertaubat atas semua dosa yang telah dilakukannya. Semoga Allah meberikan kemudahan baginya dan smoga bisa istiqommah dalam menjalankan agama ini dan semoga semakin banyak orang-orang yang tergugah hatinya  melalui radio yang menyebarkan dakawah Al-qur’an dan sunnah.

Download / Dengarkan MP3

Pada jaman Nabi masih hidup setiap ayat yang diterima oleh Nabi selalu ditulis dan dihafal oleh para sahabat terutama oleh sahabat yang bernama Zaid bin Tsabit pada lempengan-lempengan batu atau pelepah kurma. Karena semakin banyaknya para sahabat penghafal Al-qur’an yang gugur di dalam peperangan, maka Umar bin Khatab mengusulkan kepada khalifah Abubakar agar ayat-ayat Al-qur’an yang ditulis oleh para sahabat dikumpulkan dalam satu Mushhaf.

Semula khalifah Abu Bakar menolak usulan Umar tersebut karena mengumpulkan tulisan-tulisan ayat Al-qur’an untuk dijadikan dalam satu mushhaf tidak pernah dilakukan pada jaman Nabi masih hidup, namun adanya usulan Umar dan karena dibukakan hatinya oleh Allah, maka akhirnya dikumpulkanlah para sahabat yang menyimpan ayat-ayat Al-quran dan para sahabat penghafal Al-qur’an untuk mengumpulkan ayat-ayat tersebut dalam satu mushhaf. Maka inilah untuk pertama kalinya Mushhaf Al-qur’an dibuat.

Materi tentang riwayat ini bisa diunduh di SINI.

Sejenak agak kaget ketika ada seorang yang mengaku muridnya KH. Marzuki datang ke pengajian ahad pagi (Jihad Pagi) MTA pada tanggal 27 Januari 2013 yang lalu. Bukan maksud apa-apa tetapi secara tulus datang untuk melihat sendiri dan sekaligus tabayun terhadap apa yang dikatakan oleh gurunya KH. Marzuki tentang MTA ataupun tentang Al-ustadz Ahmad Sukina.

Dalam surat tertulisnya dia menanyakan tentang apa-apa yang selama ini dia terima dari gurunya tentang MTA, tentu saja hal ini disambut dengan sangat gembira oleh seluruh peserta jihad pagi, bahkan ada dari peserta yang menyampaikan harapannya semoga KH. Marzuki berkenan hadir pada kesempatan jihad pagi yang akan datang, sehingga bisa melihat sendiri dan menanyakan lebih jelas tentang MTA.

Download / Dengarkan MP3

Ada apa dengen Madzhab ?

Posted by admin at 11:06 pm Jihad Pagi
Jan 202013

Pada kalangan umat islam dan khususnya di Indonesia ini sudah tidak asing lagi dengan istilah Madzhab, karena memang sejak kita mengenal agama sudah didoktrin bahwa dalam mengamalkan agama islam ini harus mengikuti madzhab dari salah satu atau beberapa imam madzhab, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad. Lantas dari siapa ketentuan bahwa dalam mengamalkan agama islam ini harus mengikuti madzhab …? dan sebetulnay ada apa dengan madzhab itu ? Wallahu’alam.

Yang Jelas adanya ketentuan harus mengikuti madzhab itu bukan datangnya dari Rasul ataupun sahabat Rasul, sebab beliau dan para sahabat tentu tidak mengenal para imam madzhab tersebut, bahkan para imam madzhab itu sendiri mengatakan agar umat islam ini jangan mengikuti begitu saja (taqlid) terhadap perkataan mereka tanpa mengetahui sumbernya dari mana. Mereka para Imam madzhab itu juga mengatakan jika pendapat atau perkataan mereka bertentangan dengan hadits yang kuat, maka tinggalkan pendapatnya, bahkan salah satu imam mengatakan agar pendapatannya itu dilemparkan ke dinding, sebagaimana perkataan Imam Syafi’i berikut :

pabila kalian dapati di dalam kitabku sesuatu yang menyalahi sunnah Rasulullah SAW, maka hendaklah kalian berkata dengan sunnah Rasulullah SAW (dan tinggalkanlah perkataanku).

Apabila kalian mendapati pendapatku menyalahi perkataan Rasulullah SAW, maka lemparkanlah pendapatku ketepi dinding.

Lebih lengkapnya pendapatan para imam dapat diunduh di SINI.

Islam Tinggal Namanya

Posted by admin at 2:57 pm Jihad Pagi
Jan 132013

Rupanya betulah apa yang disabdakan Nabi bahwa, “Akan datang bagi manusia suatu masa, Islam tinggal namanya, Al-Qur’an tinggal tulisannya, masjidnya ramai adapun isinya menyalahi hukum agama, ulama-ulamanya sejelek-jelek manusia ibarat di bawah bayangan langit (gelap), dan dari ulama-ulama tersebut keluar fitnah, dan fitnah itu kembali kepada mereka (fitnah-memfitnah).”  [HR. Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman].

Coba kita perhatikan terjadinya konflik antar umat islam di berbagai tempat dan negara, adanya umat islam yang saling melempar fitnah, padahal kalau benar islam masih di dada mereka mestinya menyadari bahwa sesama muslim itu tidak boleh saling menyakiti, tidak boleh saling bunuh dan tidak boleh merusak kehormatan muslim lainnya, mereka ibarat satu tubuh sebagaimana sabda Nabi, Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata : Rasulullah SAW bersab­da, “Orang-orang muslim itu ibarat satu orang, jika matanya sakit, maka seluruh badannya ikut merasakan sakit. Dan bila kepalanya sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasa sakit pula”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2000]

© 2008 mtafm Suffusion theme by Sayontan Sinha