Banyak orang muslim yang masih simpang siur tentang apakah perlu sholat jum’at ketika hari raya Idhul Fitri jatuh pada hari jum’at ? Tanpa tahu ilmunya tentu akan bingung, tidak ada pegangan yang pasti, padahal sudah jelas bagi kita bahwa kita diperintahkan sholat dengan mengikuti bagaimana Rasul Sholat. Walaupun Rasul telah mencukupkan untuk sholat Ied tanpa sholat jum’at namun beliau ternyata masih tetap melaksanakan sholat jum’at, sebagaimana hadits berikut :
Dari Ibnu ‘Abbas, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Telah terhimpun pada hari ini dua hari raya (hari Raya dan Jum’ah). Maka barangsiapa mau, cukuplah shalat ini buat dia, tidak perlu lagi shalat Jum’ah, tetapi kami tetap akan mendirikan shalat Jum’ah, insyaa-allooh”
. [HR. Ibnu Majah dan Ibnu Majah juz 1, hal. 416, no. 1311]

Jelaslah bahwa sebaik-baik tuntunan atau contoh adalah Rasulullah, maka kalau kita mau mengikuti Rasul sebagai suri tauladan kita, maka sudah tentu kita melaksanakan sholat jum’at ketika hari raya jatuh pada hari Jum’at.

Materi secara lengkap bisa di download di SINI.

 
 

Sejak pagi ini sebelum pengajian dimulai hadir untuk shilaturrahim seorang yang datang dari dataran tanah Sunda yang tergiur dan tertarik dengan pengajian ahad pagi yang disiarkan radio MTAFM.  Beliau termasuk orang yang dipilih Allah untuk mendapatkan hidayah karena tanpa ada informasi sebelumnya beliau berhasil mendapatkan chanel mtafm lewat receiver parabola di rumahnya.

Seorang yang bernama Maman Suparman yang berasal dari Kampung Walagar RT17/RW04 Desa Singasari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat sangat tertarik untuk mencari pusatnya MTA setelah selama 2 bulan ini mengikuti siaran radio MTAFM yang disiarkan lewat satelit. Setelah hadir dan menyaksikan sendiri pengajian ahad pagi beliau ingin tinggal lebih lama lagi di MTA ini untuk menuntut ilmu agar nanti bisa disampaikan kepada keluarganya dan masyarakat di daerahnya.

Beliau sangat mengharapkan saudara-saudara yang ada di daerah Tasikmalaya yang mungkin sudah aktif mengikuti pengajian lewat radio satelit ini agar bisa menghubungi beliau sehingga bisa mengadakan kelompok pengajian di Tasikmalaya yang mudah-mudahan bisa menjadi cikal bakal terbentuknya MTA di Tasikmalaya. Dengan senang hati beliau bisa dihubungi di nomor 081323267834. Semoga Allah mudahkan niat suci beliau untuk mengembangkan dakwah di daerahnya.

Materi pengajian bisa di Download di SINI.

 
 
Aug 252010

Narasumber     : Ustadz Dwi Wuryanto

Announcer      : Miftah Al- Firdaus

Zuhud itu bertentangan dengan hawa nafsu. Allah berfirman di dalam Q. S. Al-Ankabut: 64

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

29.64. Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

Q. S. Ali Imron: 14-15

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

3.14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak [l86] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).


قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

3.15. Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Namun dalam penciptaan manusia baik mukmin maupun kafir, semua manusia mempunyai perasaan yang sama terhadap segala kesenangan yang memang sengaja diciptakan oleh Allah untuk mereka. Jadi tidak keliru kalau seseorang sangat cinta pada wanita, sangat cinta untuk bisa mengumpulkan harta yang banyak dari jenis emas dan perak dan tidak salah kalau menginginkan banyak mempunyai kebun-kebun, binatang-binatang, sawah, ladang, dan segala apa saja yang ada di dunia ini. Akan tetapi Allah lain menyikapi atau pun memberikan sesuatu yang lain bagi orang-orang yang beriman dan hamba-hamba yang dicintai-Nya. Janganlah terlena dengan kesenangan-kesenangan yang dipaparkan di atas tadi. Diingatkan oleh Allah pada kita semuanya supaya kita tahu ada yang lebih baik daripada semua itu, yang dikejar-kejar dan diperebutkan oleh banyak manusia. Dan itu semua bagi orang-orang yang bertaqwa.

Jadi bagi orang-orang yang beriman, orang-orang yang bertaqwa (mudah-mudahan kita termasuk di dalamnya), Allah beritahukan pada kita “jangan sampai kita terjebak dalam kehidupan yang fana”.

“Semestinya kita sebagai seorang muslim menyikapi hidup di dunia ini memang tidak mudah, apalagi kalau kita sama sekali tidak pernah mendengar, tidak mau mengerti, tidak mau mempelajari bagaimana kehidupan-kehidupan para sahabat Rasulullah SAW.”

Mendengar

Posted by faradilla at 3:07 pm Psikologi
Aug 252010

Narasumber       : Drs. Adi Nugroho

Announcer         : Aulya Idris

Dunia ini penuh masalah, kalau kita suka mendengar dalam rangka memang kita mencoba untuk lebih bisa membantu saudara-saudara kita untuk mengeluarkan uneg-unegnya, itu saja yang penting.

Aug 232010

Narasumber   : Ustadz Ahmadi

Announcer    :  Irwan Firman

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءهُمْ وَإِنَّ فَرِيقاً مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

2.146. Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri . Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Ayat ini masih erat hubungannya dengan ayat-ayat sebelumnya yang berbicara tentang bagaimana kaum Bani Israil terutama kaum Yahudi da Nasrani dari para pendeta dan rahib mereka menyikapi  Islam dan agama Islam serta Rosulullah yang membawa agama saat itu. Jadi mereka menolak kedatangan Rosulullah, mereka tidak mau mengimani Rosulullah dan mengikuti agama Islam.

Dengan melihat pada ayat-ayat sebelumnya, dalam Q. S. Al-Baqarah: 146 dalam arti “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri “ ini lebih diterangkan jadi anak yang mereka asuh, yang dilahirkan oleh istrinya sendiri, yang mereka didik setiap saat maka ketika diantara mereka yang mendapat hidayah dari Allah Abdullah Bin Salam seorang pendeta Yahudi yang terbuka hatinya mendapat hidayah dari Allah mereka beriman pada Rasulullah dan masuk Islam ketika ayat ini turun beliau mengatakan “bahkan pengenalanku kepada Rosulullah (kepada Muhammad) lebih dari pengenalanku kepada anak-anakku sendiri, kalau Muhammad aku kenal karena Allah menjelaskan dalam kitab kami (dalam kitab Taurat), jadi pasti benar karena itu wahyu. Tetapi  anak kami (anak saya) bukan tidak mungkin istri saya sérong, memang lahir dari perut (dari rahim) istri saya tapi belum tentu itu anak saya. Sehinga saya lebih yakin bahwa Muhammad itu utusan Allah (Rosulullah) daripada anak saya sendiri”. Namun Allah mengatakan “Sebagian dari mereka (segolongan para pendeta, para rahib) itu sengaja menyembunyikan kebenaran itu, ciri-ciri nabi Muhammad, tanda-tanda nabi Muhammad dalam kitab suci mereka, mereka sembunyikan dan membuat umat mereka tidak mengerti bahwa nabi diutus yang terakhir yaitu Rosulullah itu adalah nabi yang terakhir yang Allah janjikan kepada mereka di dalam kitab suci mereka.”, jadi para Rahib itu sengaja menyembunyikan berita kenabian kepada umatnya yang menjadikan  umatnya tidak mengerti. Seandainya disampaikan berita itu apa adanya maka akan berbeda. Itulah yang mereka perbuat sebenarnya. Jadi kebenaran, ajaran-ajaran dalam kitab suci mereka sengaja mereka sembunyikan, ada sebagian yang mereka selewengkan (belokkan) dari ajaran yang sebenarnya dan berakibat sangat fatal bagi umat mereka.

Aug 232010

Narasumber       : Ir. Tiyono

Announcer        : Isna Taskia

“Bagaimana mempercepat berbuah untuk tanaman petai?”

Tanaman petai kalau kondisi lingkungannya kurang bagus maka memang kurang bagus untuk berbuah, kemudian apabila daunnya terlalu rimbun dan rantingnya terlalu banyak maka dikurangi saja, karena kerimbunnan daun dan terlalu banyaknya ranting itukah yang menyebabkan lambat berbunga dan berbuah. Saran kami, pohon diikat dengan kawat yang erat (kawatnya yang besar), jangan dipupuk urea karena pupuk urea hanya mendukung tanaman agar tampak hijau saja tapi tidak mendukung untuk tanaman berbunga dan  berbuah sebaiknya dipupuk TSP dan KCL setiap pohon ¼ kg tiap 2-3 minggu sekali.

“Pembuatan pupuk organik  Starbio dan gamping apakan sama dengan pupuk organik yang sering disampaikan? Apa manfaat dari Starbio tersebut? Apakah Starbio sebagai pengurai saja?”

Starbio dan gamping itu berbeda sekali dengan pupuk organik yang sering kami sampaikan. Gamping digunakan sebagai pupuk karena kadungan kalsiumnya yang tinggi namun pupuk organic merupakan pupuk yang lengkap mengenai kandungan unsur makananannya.  Peran dari Starbio merupakan suatu bahan yang tidak hanya sekedar mengurai. Menjadikan pupuk organik yang betul-betul matang dengan menggunakan Starbio relatif lebih cepat. Gamping mempunyai sifat hampir seperti pupuk TSP dan urea karena hanya sedikit sekali kandungan untuk kepentingan tanaman. Tanah yang diberi pupuk organic terus maka lama kelamaan akan subur, tetapi kalau tanah diberi gamping terus maka tanah tersebut akan menjadi rusak.

Hampir semua umat muslim sudah sering mendengarkan dari para ustadz-ustadz atau da’i-da’i yang menyampaikan bahwa sebuah hadits yang sangat populer yang menyatakan bahwa ….. Bulan Ramadlan itu adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya bebas dari neraka…..”
Hadits tersebut dalam suatu riwayat yang panjang yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah juz 3, hal. 191 no 1887, ternyata hadits tersebut Dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Ali bin Zaid bin Jud’aan yang menurut Nasaiy dia buruk hafalannya.

Lebih lengkap materi tentang hal tersebut bisa didownload di SINI.

 
 

Zuhud

Posted by faradilla at 5:10 pm Risalah Mudzakarah
Aug 182010

Narasumber     : Ustadz Dwi Wuryanto
Presenter        : Miftah Al-Firdaus

Zuhud adalah satu sifat yang telah dicontohkan oleh para nabi dalam meniti hidup di dunia ini. Allah berfirman dalam Q. S. Ali  Imran: 14
Sifat manusia atau secara keseluruhan, Allah tanamkan dalam hati ke setiap manusia baik mukmin maupun kafir dimana saja mereka tinggal, dimana saja mereka berada. Kalau boleh dikatakan manusia yang terdiri dari jasmani dan rohani, diantara beberapa karakter diantara beberapa sifat yang ada di dalamnya. Andaikan itu sebuah makanan maka bumbu dari makanan-makanan yang ada dalam makanan itu yang ada dalam hati manusia adalah sifat dengan senangnya terhadap harta.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ

الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ

الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Continue reading »

Mendengar

Posted by faradilla at 3:39 pm Psikologi
Aug 182010

Narasumber   : Drs. Adi Nugroho

Announcer     : Aulya Idris

Orang jangan mudah menjudgement “hanya soal mendengar saja menjadi masalah” dan pada saat-saat tertentu dia sendiri tidak akan merasa bahwa untuk orang lain hanyalah hal yang sederhana tapi untuk dia sendiri menjadi suatu masalah.

Mengconditioningkan situasi kalau tidak diawali dengan mendengar itu akan sulit. Bagaimana kalau kita mendapatkan kebiasaan baru kalau mendengarkan kebiasaan baru itu sendiri harusnya gimana tidak mau mendengar. Betapa seringnya kesalahan terjadi dua sampai tiga kali dan hal itu diaggap sesuatu yang remeh.

Mengcontioningkan untuk mau mendengar itu berbagai macam cara, mendengar itu tidak hanya sekedar krungu kupinge tetapi diresapi kemudian dilaksanakan sesuai apa yang di dengar, ini yang menjadi tidak sederhana. Mendengar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang itu besar sekali bahkan bisa mensuggest.

Berikut peserta yang Lolos pada tahap Seleksi kedua :

No. Nama Alamat
1. Piping Indradi Gondang RT 1/ RW 1, Kedungjeruk, Mojogedang, KRA
2. Eko Sutomo Perumahan Graha Sejahtera No. 18 Ngablak, Karangmojo, Tasikmadu, KRA
3. Anom Seno Prakosa Guwo Sari RT 05/ RW 27, Jebres, SKA
4. Abdul Wahid Najib Lau RT 4/ RW5, Dawe, Kudus
5. Aminah Brajan RT 1/ RW 2 Bugel, Polokarto, SKH
6. Nur Wening Indah Wulan Utami Jl Satabali Blok H/3 Perum Ayodya Purwadadi, Grobogan
7. Nuryanti Esti Apriliani Sanggrahan RT 1/ RW 18 Wonorejo , Gondangrejo, KRA
8. Siti Zakiyah Kauman RT 3/ RW 1 Gemolong, Sragen
9. Siti Nur Rofi’ah Sawahan RT 1/ RW 4 Pablengan, Matesih, KRA
10. Hartina Dwi Rini Jl Suhardjo SH Krajan Bangun Sari, Pacitan
11. Siti Fatimah Jl Gelatik Raya R 23 RT 3/ RW 8 Langenharjo, Grogol ,SKH
12. Isnaeni Mu’arifah Perum Ngembat Asri, Gemolong, Sragen

Continue reading »

© 2008 mtafm Suffusion WordPress theme by Sayontan Sinha