Inilah potret media kita saat ini yang dengan mudah menampilkan tayangan-tayangan yang merusak aqidah umat bangsa ini, karena apa yang ditayangankan tanpa diuji dahulu tingkat kebenarannya hanya percaya dengan apa katanya orang saja. Sebagaimana yang sudah dilihat oleh pemirsa tv di Indonesia ini bahwa ada seorang anak genderuwo yang diberi nama Wagini yang ditayangkan bersama Tukul Arwana. Ketika tayangan tersebut ditampilakan di pengajian ahad pagi MTA, maka sebagian orang ribut bahkan ada yang komplain kenapa siaran radio MTA ditumpangi oleh Tukul …?
Oleh Al-ustadz Ahmad Sukina sengaja ditayangkan rekaman suatu acara televisi yang menggambarkan seolah-olah ada manusia aneh yang merupakan anak genderuwo, padahal menurut Al-ustadz fenomena tersebut adalah dusta atau bohong belaka. Tayangan ini justru akan merusak aqidah umat Islam ini khususnya, untuk itu perlu diberikan pemahaman kepada anak-anak yang menonton tayangan tersebut agar mengetahui bahwa apa yang diceritakan tersebut tidak betul. Semoga rakyat bangsa ini tidak terlarut dalam acara-acara televisi yang merusak aqidah yang tidak membangun dan mencerdaskan bangsa ini.
Pengajian ahad pagi ini 21 April 2013 membuat para peserta menjadi tercengang atas apa yang dilakukan oleh satu orang yang rela menjual 3 ekor sapinya untuk mendapatkan satu jimat pada tahun 1969. Seorang bapak yang datang dari Batam merasa ditipu oleh dukun setelah dia mendengarkan radio MTAFM. Sebab sebelumnya dia begitu percaya apa yang dikatakan oleh Dukunnya sampai-sampai dia rela menjual 3 ekor sapinya untuk mendapatkan satu jimat yang dinamai Sekar Wijaya Kusuma yang kata dukunnya bisa menghidupkan orang yang mati yang belum takdirnya, namun dalam kenyataannya jimat tersebut tidak mempunyai khasiat apa-apa. Setelah medengarkan radio MTAFM dia baru menyadari bahwa dukun tersebut telah menipunya dan dia menyadari akan kekeliruannya dan segera untuk bertobat atas kesalahannya itu yang akhirnya datang ke Jihad Pagi untuk menyerahkan jimatnya kepada Al-ustadz sebagai bukti bahwa dia sudah tidak lagi mempercayai tentang khasiat-khasiat jimat yang bisa membawanya ke dalam kemusyrikan.
Setelah Aktif mengkaji Al-qur’an dan sunnah yang disampaikan oleh MTA melalui radio MTAFM salah seorang pendengar dari Jerman tepatnya di Kota Hamburg Jerman datangi pengajian Ahad Pagi MTA pada tanggal 21 April 2013. Lelaki bernama Bambang Herman yang dilahirkan di Jogjakarta tersebut sudah bertahun-tahun tinggal di negeri Jerman merasa takut kalau apa-apa yang selama ini dia lakukan masuk ke dalam ranah kesyirikan karena itu dia sengaja mendatangi pengajian ahad pagi ini untuk menanyakan kepada al-ustadz tentang hal itu. Rasa kesadaran tau ketakutan akan amal perbuatannya yang dia lakukan itu setelah dia aktif mendengarkan radio MTAFM di Jerman dan membaca brosur atau materi yang diterbitkan oleh MTA yang berdasarkan Al-qur’an dan sunnah. Semoga dengan hadirnya beliau di ahad pagi akan semakin menambah istiqomah dalam mengkaji Al-qur’an dan sunnah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di negeri Jerman sebagai tempat tinggalnya saat ini.
Mbah Hisyam yang lahir ketika jaman penjajahan Belanda yang mengaku pernah mempelajari ilmu black magic dan juga white magic menyadari akan kekeliruannya dan kesesatan atas apa yang dahulu pernah beliau pelajari. Menurut pengakuannya beliau pernah melakukan puasa “ngebleng” selaam 3 hari 3 malam demi mendapatkan sesuatu yang ternyata bohong belaka. Alhamdulillah berkat hidayah Allah dibukalah hati beliau sehingga kembali kepada jalan Allah yang lurus, dan sebagai bukti bahwa beliau telah meninggalkan kesesatannya itu, maka diserahkannya buku Primbon yang merupakan kitabnya perdukunan yang terbuat dari kulit dengan tulisan arab tetapi bahasa jawa.











Komentar Anda